Waspadai Penyakit Kencing Tikus Pasca Banjir Bandang di Garut

Waspadai Penyakit Kencing Tikus Pasca Banjir Bandang di Garut

Banjir bandang di Garut (Foto: Antara)

BERBAGAI penyakit zoonosis (penyakit yang disebabkan oleh hewan) perlu diwaspadai para pengungsi banjir bandang di Garut. Tak hanya demam berdarah, para pengungsi perlu berhati-hati terhadap leptospirosis atau lebih dikenal sebagai penyakit kencing tikus.

Leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Biasanya ditemukan pada hewan tertentu dan menyebar kemanusia. Leptospirosis kerap dikaitkan dengan kencing tikus.

Hewan yang membawa bakteri leptosipra ini tak menunjukkan tanda-tanda infeksi bakteri. Bakteri hidup di dalam ginjal hewan dan keluar dari urin. Bakteri dapat bertahan selama beberapa minggu, bahkan berbulan-bulan. Termasuk ketika urin hewan terdapat di tanah maupun air.

Penularan leptospirosis menyebar melalui gigitan tikus atau minum dari air yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak fisik dengan darah dan jaringan hewan yang terinfeksi.

Seseorang dapat terinfeksi dengan bakteri leptospira, jika ia melakukan kontak mata, mulut, hijdung, dan luka terbuka pada air atau tanah yang tercemar.

Banjir juga cenderung dikaitkan dengan wabah leptospirosis, karena seseorang bisa terinfeksi dengan air banjir atau air minum yang telah terkontaminasi. Demikian dikutip dari laman Nhs, Jumat (23/9/2016).

(hel)

Baca Juga

Mengenal Virus Penyebab Utama Kanker Serviks

Mengenal Virus Penyebab Utama Kanker Serviks