Waspada Gejala Penyakit Zoonosis oleh Nyamuk saat Banjir

Waspada Gejala Penyakit Zoonosis oleh Nyamuk saat Banjir

Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

NYAMUK penyebar penyakit dapat berkembang lebih pesat saat atau setelah musibah banjir terjadi. Nyamuk Aedes aegypti khususnya, yang bisa menularkan penyakit DBD dan Chikungunya, dapat cepat bertambah dalam lingkungan basah.

Sebelum mewaspadai gejala, masyarakat tentunya harus mencegah kesempatan nyamuk berkembang biak. Setelah banjir, jangan sampai puing-puing yang terbawa air banjir atau wadah-wadah terbuka yang bisa menjadi sarang nyamuk dibiarkan terisi air hujan atau basah oleh air banjir.

Menggunakan obat anti nyamuk dan pakaian yang menutupi banyak anggota tubuh juga penting untuk menghindari gigitan nyamuk. Jika hal tersebut sudah dilakukan, Anda tidak harus mengalami gejala kesehatan yang buruk akibat tertular penyakit zoonosis berikut ini.

Demam berdarah dengue

Penyakit yang disebabkan virus dengue ini biasanya meningkat dengan pesat setelah banjir terjadi di satu wilayah. Gejala demam berdarah di antara lain demam tinggi, nyeri di belakang mata dan persendian tubuh, sakit kepala, mual, muntah, ruam merah, dan/atau perdarahan.

Malaria

Risiko malaria juga besar setelah musibah banjir di daerah yang menjadi epidemi. Gejala malaria hampir sama seperti demam berdarah dengue, namun kerap kali lebih hebat tapi singkat. Setelah alami gejala nyeri sendi, muntah, berkeringat, dan anemia, penderita bisa menggigil, panas, dan berkeringat.

Penyakit nyamuk lokal lainnya

Demam kuning dan demam chikungunya adalah jenis penyakit zoonosis oleh nyamuk yang dapat muncul di daerah tertentu setelah musibah banjir. Waspada setiap kali Anda alami gejala infeksi, seperti demam atau nyeri.

(hel)

Baca Juga

HIV Tidak Membuat Paida Mutopo Takut Menjadi Ibu

HIV Tidak Membuat Paida Mutopo Takut Menjadi Ibu