Tidak Ada Stadium pada Kanker Leukemia Granulositik Kronik

Tidak Ada Stadium pada Kanker Leukemia Granulositik Kronik

Ilustrasi (Foto: Naturalharmonycenter)

BERBEDA dengan kanker leukemia akut yang banyak ditemui pada anak, kanker Leukemia Granulositik Kronik (LGK) menyerang orang dewasa dan tidak mengenal stadium. Kanker darah yang terjadi karena perubahan sifat gen ini terjadi dalam waktu lama.

“Kanker LGK tidak ada istilah stadium, tapi fase. Berbeda dengan leukemia akut yang munculnya bisa tiba-tiba dan perburukannya cepat,” kata dokter spesialis hematologi onkologi medik, dr Hilman Tadjoedin, dari RS Kanker Dharmais saat ditemui di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa ada tiga fase perkembangan kanker LGK atau yang dalam bahasa Inggris disebut Chronic Myeloid Leukemia (CML). Tiga fase itu adalah fase kronik, fase akselerasi, dan fase krisis blast.

“Pasien LGK fase kronis penampilannya seperti orang sehat. Tapi biasanya sudah ada gangguan yang diketahui dari jumlah sel darah putih dan trombosit tinggi,” paparnya, ketika ditemui di acara seminar dalam rangka hari Kewaspadaan Leukemia Sedunia 9/22, di Jakarta.

Namun, ketika jumlah sel darah putih (leukosit) dites dengan Real Time Quantitive Polymerase Chain Reaction (RT-Q-PCR), jumlah sel dan kadar BCR-ABL (protein abnormal yang memicu produksi leukosit berlebih) dalam tubuh lebih dari 10 persen ketika diukur dengan International Scale (IS).

“Fase kedua yaitu fase akselerasi, keparahan jauh lebih berat. Pasien biasanya gampang demam dan sudah mengembangkan gejala yang lebih parah. Ini bisa diketahui juga kalau beberapa kali pemeriksaan sel darah putih selalu tinggi jumlahnya,” lanjut dr Hilman.

Pada fase ini, sel darah merah mulai berkurang jumlahnya, sehingga pasien sering terlihat pucat dan tampak seperti anemia. Jumlah trombosit juga berkurang, dan limpa yang menyimpan sel darah putih membengkak.

“Fase terakhir atau blast, pada pasien akan banyak ditemukan sel darah putih yang masih muda. Kalau tidak segera ditangani juga ini bisa jadi leukemia akut. Pasien juga akan gampang infeksi, lemes, sebentar-bentar sakit perut, makin begah, dan kurus,” jelas dr Hilman.

(hel)
  • techno user bagus
    bagus • 7 hari lalu
    Ini dilihat dari fase-fase kanker memang berbeda-beda setiap kanker. Namun alangkah baiknya kita menjaga kesehatan agar tidak dapat terkena kanker.
    Beri Tanggapan

Baca Juga

Makan Apel Setiap Hari Cegah Terkena 5 Kanker Sekaligus

Makan Apel Setiap Hari Cegah Terkena 5 Kanker Sekaligus