Saatnya Kenali Deretan Penyakit Zoonosis dan Gejalanya

Saatnya Kenali Deretan Penyakit Zoonosis dan Gejalanya

Ilustrasi (Foto: Youtube)

ZOONOSIS merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit, bakteri, atau virus yang ditularkan dari hewan ke manusia. Tak sedikit orang yang memiliki kontak dengan hewan peliharaan, ternak, atau liar mengalami zoonosis.

Zoonosis ditularkan melalui gigitan kutu atau nyamuk, serta menimbulkan gejala penyakit yang ringan hingga serius. Penyakit ini juga dapat menyerang sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, ketahui deretan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan kepada manusia, dikutip dari laman Humanillness, Jumat (23/9/2016).

Cakaran kucing

Bartonella henselae merupakan penyakit yang ditularkan kucing melalui cakarannya. Tak ada gejala yang spesifik pada kucing yang telah terinfeksi bakteri ini. Apabila seseorang telah terinfeksi bakteri ini, biasanya timbul gejala seperti luka pada kulit, bengkak pada kelenjar getah bening, kelelahan ekstrim, sakit kepala, dan demam.

Demam burung

Orang yang memiliki kontak dengan unggas, memiliki risiko terkena psittacosis. Penyakit ini ditularkan melalui kotoran burung, terutama mereka yang sering membersihkan kandang burung. Gejala yang ditimbulkan menyerupai pneumonia, seperti demam, batuk, dan nyeri dada.

Rabies

Sebuah virus yang dibawa melalui air liur hewan mamalia yang terinfeksi dapat menyebabkan rabies. Rabies ditularkan melalui gigitan atau melalui kontak air liurnya. Orang yang terinfeksi rabies biasanya menimbulkan gejala demam, kesulitan menelan, kejang, dan koma. Jika tak diobati secara serius, akan menyebabkan kematian. Tak hanya anjing, tetapi kelelawar, rakun, dan mamalia lainnya juga bisa terinfeksi virus rabies.

Hantavirus

Hantavirus pulmonary syndrome biasanya ditularkan oleh hewan pengerat (tikus) melalui air liur, urin, hingga kotorannya. Hantavirus menyebabkan gejala seperti sakit kepala, menggigil, muntah, diare, sakit perut, muntah, serta nyeri otot. Pada kasus yang serius, seseorang dapat mengalami sesak napas. Belum ada obat yang ditemukan untuk menangani hantavirus. Namun, perawatan yang intensif dapat mendukung kesembuhan pasien yang terifeksi.

Toksoplama

Memiliki kontak dengan tinja kucing yang terinfeksi, dapat membuat seseorang berisiko menderita toksoplamosis. Gejala zoonosis dari penyakit ini meliputi infeksi kelenjar getah bening, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Jika wanita hamil terinfeksi toksoplasma, dapat memengaruhi kesehatan sang bayi.

(hel)

Baca Juga

Selain Hamil, Ini Sebab Anda Telat Haid

Selain Hamil, Ini Sebab Anda Telat Haid