4 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gangguan Hati

4 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gangguan Hati

Minum alkohol bisa sebabkan gangguan hati (Foto: Google)

DISADARI atau tidak, ada beberapa kebiasaan yang ternyata dapat menimbulkan gangguan hati. Apa saja kebiasaan-kebiasaan tersebut? Berikut ini penjelasan dari dr. Atika.

Kerusakan hati merupakan hal yang tidak dapat dipandang enteng. Data penelitian menunjukkan bahwa angka kematian akibat penyakit hati sudah semakin meningkat; sebagai contoh, ditemukan peningkatan sebesar 12% di negara Inggris dari tahun 2005 hingga 2008.

Beberapa penyakit hati yang cukup berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian tersebut dapat berasal dari kebiasaan yang buruk. Umumnya, kerusakan hati yang terjadi akibat kebiasaan-kebiasaan buruk ini berlangsung tanpa disadari selama bertahun-tahun. Apa saja kebiasaan-kebiasaan yang merusak hati tersebut?

1. Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan

Kondisi ini disebut sebagai nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau perlemakan hati yang disebabkan oleh selain alkohol. NAFLD terjadi saat seseorang memiliki asupan makanan berlemak secara berlebihan. Karena itu, NAFLD akrab terjadi pada seseorang yang kelebihan berat badan, obesitas, diabetes, serta mengalami nilai kolesterol atau trigliserida yang tinggi. Tanpa perbaikan asupan makanan dan gaya hidup, NAFLD akan semakin mengganggu kerja hati hingga timbul kerusakan hati yang berat.

2. Kebiasaan mengonsumsi alkohol secara kronik

Alkoholisme kronik merupakan penyebab kerusakan hati yang cukup sering, terutama di negara-negara Barat. Walaupun tidak ada jumlah spesifik alkohol yang bisa ditentukan, umumnya konsumsi harian yang tinggi selama 10 hingga 20 tahun akan memicu terjadinya kerusakan hati. Konsumsi alkohol kronik juga dapat menyebabkan perlemakan hati hingga sirosis dan kanker hati. Kelebihan konsumsi alkohol akan langsung menimbulkan endapan lemak di hati, bahkan secepat dua hari pasca meminum alkohol berlebih (baru bisa kembali normal dalam dua minggu pasca berhenti minum alkohol).

3. Kebiasaan mengonsumsi obat sembarangan

Beberapa jenis obat mengandalkan hati sebagai organ pemetabolisme utamanya. Dapat dikatakan bahwa organ hati akan ‘bekerja lebih berat’ saat beberapa jenis obat ini sedang dikonsumsi. Umumnya hati tetap dapat mengompensasi tugas ini tanpa mengalami kerusakan, apabila obat digunakan sesuai aturan yang berlaku (sesuai resep dokter). Namun, pemakaian obat dengan dosis yang berlebihan, penggunaan yang berkepanjangan secara sembarangan, maupun kebiasaan mengonsumsi obat yang tidak jelas status keamanannya (contohnya, obat yang tidak diproduksi pabrik obat handal atau tidak terdaftar di BPOM), dapat memberikan risiko terjadinya kerusakan hati. Untuk itu, pastikan obat yang Anda minum hanya di bawah resep dan pengawasan dokter.

4. Kebiasaan menggunakan alat suntik bekas pakai

Bagi para pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang jenis suntik, penggunaan alat suntik secara beramai-ramai adalah hal yang biasa serta kadang tidak terhindarkan. Padahal, selain berisiko tertular HIV, kebiasaan ini juga membuat seseorang berisiko tertular virus hepatitis B dan hepatitis C. Kedua jenis virus ini terutama ditularkan oleh darah. Selain pengguna narkotika, penggunaan jarum bekas pakai yang tidak disterilisasi secara sempurna—misalnya pada pembuatan tato—juga memberikan risiko yang sama.

Adakah di antara kebiasaan-kebiasaan di atas yang rutin Anda lakukan? Bila ada, hentikanlah kebiasaan tersebut sekarang juga. Jangan sampai kebiasaan-kebiasaan tersebut dilakukan secara berlarut-larut, hingga menimbulkan gangguan hati yang berat.

(tty)
  • techno user nenek gaul
    nenek gaul • satu minggu lalu
    Bagus sekali ini artikel nya. Buat anak muda pun bagus. apalagi yang pecandu rokok, alkohol, narkotik juga.
    Beri Tanggapan

Baca Juga

Ternyata Ini Alasan Kerontokan Rambut pada Pasien Kemoterapi

Ternyata Ini Alasan Kerontokan Rambut pada Pasien Kemoterapi