Festival-Festival Keagamaan yang Menghormati Keberadaan Hewan

Festival-Festival Keagamaan yang Menghormati Keberadaan Hewan

Festival Bakeneko (foto: Getty Images)

HEWAN telah memainkan bagian dalam keberadaan manusia. Mulai dari Nabi Muhammad SAW yang memotong pakaiannya agar tidak mengganggu kucing kesayangannya sampai orang asli Amerika yang percaya anjing bisa mengusir roh jahat.

Kepercayaan dan keakraban manusia dengan hewan telah merasuk dalam cerita rakyat dan kisah agama di seluruh dunia.

Untuk menghormati keberadaan hewan, beberapa agama dan kultur masyarakat membuat perayaan atau festival untuk menghormati ikatan manusia dan hewan. Beberapa di antaranya masih eksis hingga saat ini dan menjadi daya tarik wisata. Berikut lima di antaranya, seperti dilansir dari Dogtime, Senin (17/10/2016).

Festival Santa Roch

(foto: Getty Images)

Santa Roch lahir di Montpellier dan merupakan anak dari gubernur daerah tersebut. Di usianya yang ke dua puluh, ia hampir ditunjuk menjadi gubernur berikutnya sampai ia menyerahkan hal tersebut untuk pergi ke Roma dan membantu korban perang.

Suatu saat ia sakit, dia dirawat oleh anjing berburu yang setia memberinya roti dan menyembuhkan luka dengan jilatannya.

Pada akhirnya, ia dianggap sebagai orang suci karena kemampuan menyembuhkannya dan tak ketinggalan anjing yang kemudian turut membantunya. Untuk memperingati kematiannya, festival San Rocco diadakan pada 16 Augustus di banyak daerah di dunia, termasuk di Tarija, Bolivia, yang biasa dilangsungkan selama delapan hari dengan pawai anjing yang diberi pita warna-warni di lehernya.

Festival Bakeneko

(foto: Getty Images)

Dalam mitologi Jepang, kucing biasa dianggap sebagai makhluk supranatural karena bentuk iris mata mereka, kemampuan bergerak tanpa suara, dan kebiasaan nokturnalnya. Legenda Jepang mengatakan, bakeneko atau hantu kucing haus akan minyak lampu dan mampu berbicara dan merasuki manusia yang jahat pada binatang.

Di Kagurazaka, Tokyo, ada parade yang didedikasikan untuk makhluk mistis tersebut, seperti yang diselenggarakan baru-baru ini (awal Oktober). Karena bakeneko sering menyerupai manusia, partisipan parade harus berkostum seperti kucing. Festival dan parade tersebut pun menjadi daya tarik untuk ditonton setiap tahunnya.

(fid)
1 / 2
Berita Rekomendasi

Baca Juga

Meski Indah, Tempat-Tempat Ini Mengancam Nyawa ketika Didatangi

Meski Indah, Tempat-Tempat Ini Mengancam Nyawa ketika Didatangi