Trik-Trik Menjaga Hubungan dengan Mantan Bos

Trik-Trik Menjaga Hubungan dengan Mantan Bos

Ilustrasi (Foto: Flickr)

ATASAN dan rekan kerja di perusahaan yang telah Anda tinggalkan adalah bagian dari jaringan berharga. Mereka tahu tentang latar belakang dan cara kerja Anda. Atasan Anda bisa menulis surat rekomendasi pada perusahaan yang akan Anda lamar. Sementara rekan kerja dapat menjadi saksi tentang kinerja baik Anda.

Maka Anda harus menjaga hubungan baik dengan semua kolega yang masih bekerja di perusahaan yang telah Anda tinggalkan. Jangan merasa canggung untuk tetap menjalin komunikasi dengan mereka. Anda selalu bisa menyapa mereka di media sosial atau menginisiasi reuni kecil-kecilan. Jika suatu saat nanti Anda membutuhkan bantuan untuk mencari pekerjaan baru, baik berupa saran maupun nomor kontak manajer perekrutan, maka segala hal akan lebih mudah. Berikut cara menjaga hubungan dengan mantan atasan dan rekan kerja seperti dikutip dari themuse.com.

Kartu ucapan hari raya

Anda bisa mengirimkan kartu ucapan tahun baru kepada siapa saja, baik kepada sanak keluarga ataupu rekan kerja. Anda juga boleh memberi ucapan selamat merayakan hari besar keagamaan pada kerabat dan kolega. Kebiasaan ini menjadi rutinitas Anda setiap tahun. Coba pikirkan bagaimana perasaan penerima kartu ucapan Anda. Mereka akan berpikir kalau Anda tetap ingin berhubungan walaupun hanya setahun sekali.

Beberapa tahun belakangan, banyak orang yang mengirimkan ucapan selamat hari raya melalui pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp atau Telegram pada rekan bisnis. Selain itu, ada juga yang menggunakan cara tradisional dengan mengirim kartu ucapan fisik melalui pos. Rangkaian kata yang formal dapat menunjukkan ucapan yang terkesan resmi.

Informasi tentang perubahan dalam hidup Anda

Jika berencana pindah rumah setelah menikah, kembali ke sekolah untuk program pascasarjana di luar negeri atau mengejar mimpi perjalanan keliling dunia, tentu alamat dan nomor kontak Anda akan berubah. Anda bisa menyebarkan pesan singkat yang berbunyi “Inilah info kontak baru saya”. Orang yang menerima pesan ini akan merasa Anda tertarik untuk tetap menjalin hubungan.

Informasi tentang perubahan dalam karier Anda dan rekan kerja

Apakah Anda baru pindah ke perusahaan lain lagi? Itu artinya titel, alamat email, alamat perusahaan yang ada pada kartu nama Anda akan berubah. Namun, Anda tidak perlu bertemu dengan semua kolega untuk membagikan kartu nama baru. Anda bisa mengirim pesan singkat tentang perubahan itu kepada atasan dan rekan kerja di perusahaan yang lalu.

Anda juga bisa mengabarkan tentang prestasi yang Anda raih di perusahaan baru pada atasan di perusahaan sebelumnya. Sebagai contoh, jika Anda terpilih untuk mengerjakan proyek besar, Anda bisa mengirim pesan, “Saya akan menggelar acara gala dinner dengan peserta 500 orang, hal ini mengingatkan saya pada saat Anda memberi tugas yang sama beberapa tahun lalu”. Jika mantan bos berada pada kota tempat penyelenggaraan acara, Anda bisa mengundangnya.

Selain itu, mungkin suatu hari Anda mendengar kabar baik dari mantan rekan kerja yang meraih prestasi dalam karier. Saat rekan kerja Anda memenangkan sebuah pernghargaan atas karyanya, Anda bisa mengirim email atau pesan singkat yang berisi ucapan selamat.

Kirimkan artikel menarik

Suatu hari Anda menemukan artikel tentang tren industri dan isu mengenai pekerjaan di perusahaan yang lalu. Anda bisa mengirimkan email dengan pesan singkat yang diawali dengan pembuka kata, “Sepertinya ini bacaan menarik”. Anda juga bisa membagi artikel tersebut di laman Facebook dan Twitter dengan menandai beberapa orang yang mungkin tertarik untuk membacanya. Anda bisa menulis status seperti: “Baru saja melihat laman Facebook perusahaan di timeline dan saya teringat tentang Anda saat membaca artikel bagus ini”.

Pastikan Anda memerhatikan isi artikel tersebut. Perhatikan relevansi dan kegunaan artikel tersebut untuk orang yang membacanya. Apakah itu artikel tentang perkembangan bisnis dan industri yang cocok untuk bos? Ataukah artikel tentang serba-serbi dunia kerja untuk rekan Anda?

Jangan lupa memerhatikan waktu pengiriman artikel. Jangan terlalu sering mengirim artikel karena akan mengganggu dan memenuhi laman Facebook atau inbox email rekan Anda. Namun, jika Anda hanya mengirim artikel setahun sekali, mungkin malah jadi terasa canggung. Anda bisa mengatur waktu dengan mengirim artikel pertama pada April, kemudian artikel berikutnya bisa dikirim di bulan Juni, Juli atau Agustus.

Media sosial

LinkedIn, Twitter dan Facebook adalah media sosial yang bagus untuk menjaga hubungan dengan kolega lama. Pertanyaannya, media apa yang paling pas? Sebelum menjawab pertanyaan itu, Anda harus bertanya pada diri sendiri. Jika Anda berdinas di kota tempat perusahaan yang lalu, apakah Anda akan menemui mantan kolega dengan pakaian rapi di kedai kopi terdekat? Atau Anda ingin menemui mereka selepas tugas di warung makan favorit di daerah itu?

Jawaban pertanyaan-pertanyaan itu akan membantu. LinkedIn adalah platform media sosial untuk para profesional. Sementara Facebook bisa Anda gunakan untuk menjalin hubungan dengan teman lama semasa sekolah, kuliah hingga rekan kerja yang biasa menghabiskan waktu di cafe bersama sepulang kantor.

Catatan terakhir, Anda tidak harus menerapkan semua tips di atas untuk menjaga hubungan dengan mantan bos dan rekan kerja. Anda harus berpikir, jenis hubungan apa yang Anda harapkan dari mereka. Teman? Mentor? Orang yang bisa memberi rekomendasi?

Jadi, kapan terakhir kali Anda menghubungi mantan bos? Jika jawabannya adalah dua tahun lalu, maka Anda bisa mulai menyambung tali silaturahmi mulai sekarang.

(tty)

Baca Juga

Yuk Bikin Bantal Donat Kreasi Sendiri untuk Santai!

Yuk Bikin Bantal Donat Kreasi Sendiri untuk Santai!