Strategi agar Pegawai Wanita Bertahan di Tim IT

Strategi agar Pegawai Wanita Bertahan di Tim IT

Ilustrasi (Foto: Flickr)

RUANGAN tim teknologi informasi (TI) di perusahaan biasanya dipenuhi dengan pegawai pria. Namun kini banyak wanita yang menjadi tenaga kerja di divisi TI. Mereka adalah ahli pemrograman yang juga mempunyai latar belakang di bidang pemasaran, keuangan dan pelayanan konsumen. Sehingga bisa memberi masukan berharga untuk departemen.

Namun, menurut penelitian perusahaan konsultan bisnis CEB, kebanyakan pegawai wanita yang masuk divisi TI tidak bisa bertahan lama di perusahaan. Mereka sulit beradaptasi dengan ritme kerja tim. Berikut cara agar pegawai wanita bertahan di tim TI seperti dikutip dari situs computerweekly.com.

Fleksibilitas kerja

Berdasarkan studi CEB, hanya 17 persen manajer wanita yang mau bertahan di perusahaan yang tidak memberikan fleksibiltas dalam pekerjaan. Sementara sekitar 37 persen pegawai wanita akan memilih bertahan di organisasi jika diberi kebebasan untuk sesekali bekerja dari rumah atau di luar kantor. Fleksibilitas kerja berhubungan positif dengan produktivitas pegawai dan keinginan untuk tetap tinggal di perusahaan.

Namun, aturan fleksibilitas tersebut tidak boleh dibuat hanya untuk pegawai wanita. Sebab, pada akhirnya aturan tersebut tidak akan berguna. Banyak karyawan wanita yang tidak mau memanfaatkan kesempatan itu karena takut akan merusak karier. Jadi, sebaiknya perusahaan menerapkan aturan ini untuk semua pegawai. Karyawan pria, wanita, senior dan junior bisa bekerja dari rumah sekali waktu.

Kesempatan promosi

Dulu, kebanyakan pegawai wanita yang telah menikah cenderung “mencari aman” dalam pekerjaan. Mereka tidak akan mengorbankan keluarga untuk karier. Jadi, mereka akan memilih bekerja secukupnya dan memenuhi target. Tetapi mereka tidak punya keinginan bekerja lebih keras untuk meraih posisi lebih tinggi. Bahkan, sebagian orang memutuskan untuk berhenti kerja.

Dengan adanya aturan fleksibilitas kerja, pegawai wanita tak perlu takut mengabaikan keluarga. Karyawan wanita sekarang memiliki sudut pandang yang berbeda. Mereka mau berkembang dan bekerja keras untuk mendapat promosi. Jadi, perusahaan harus memberikan kesempatan naik jabatan yang sama antara pegawai laki-laki dan wanita.

Ketika perusahaan sudah berusaha mengubah berbagai aturan agar para pegawai wanita tetap loyal. Kini giliran Anda, karyawan wanita yang berada di tim TI untuk berusaha bertahan. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan seperti disarikan dari stuff.co.nz.

Hilangkan stereotipe negatif

Ahli pemrograman adalah programmer bukan “brogrammer”. Jadi, jauhkan pikiran bahwa pekerjaan ini hanya untuk pria saja. Jangan menganggap kalau pria lebih ahli menangani tugas di tim IT. Percayalah bahwa kemampuan Anda tak kalah hebat dibanding pegawai pria.

Setelah Anda mendapat kepercayaan diri, kini saatnya bekerja dengan sebaik mungkin. Tunjukkan kemampuan Anda yang sebenarnya. Perusahaan juga berharap sudut pandang wanita di tim IT bisa memberi “warna lain”. Pola pikir wanita yang berbeda bisa memecah kebuntuan saat tim IT mencoba menyelesaikan masalah. Apalagi jika Anda punya latar belakang pengalaman di bidang pemasaran, pelayanan konsumen atau keuangan, maka masukan dari Anda akan sangat berharga.

Cari mentor yang tepat

Saat ini banyak wanita yang sukses berkarier sebagai programmer atau punya posisi tinggi di tim TI. Bisa jadi bos Anda salah satunya. Anda bisa menjadikan pegawai wanita yang senior sebagai panutan agar lebih semangat bekerja. Anda bisa memelajari sepak terjangnya selama di tim IT. Mungkin Anda juga lebih nyaman berkonsultasi dengan dia. Kemudian Anda bisa menyusun rencana karier sendiri. Bukan tidak mungkin Anda juga bisa sukses seperti sang idola.

(tty)

Baca Juga

<i>Ladies</i>, Yuk Belajar Banyak Hal Inspiratif dari Sosok Ibu

Ladies, Yuk Belajar Banyak Hal Inspiratif dari Sosok Ibu