AYAM BAKAR: Tak Sekadar Rasa, Ayam Bakar Pendamai Kala Perang & Simbol Keberkahan Rejeki dalam Pernikahan

AYAM BAKAR: Tak Sekadar Rasa, Ayam Bakar Pendamai Kala Perang & Simbol Keberkahan Rejeki dalam Pernikahan

Ayam bakar lambang rejeki (Foto:Shutterstock)

KERAGAMAN suku bangsa di Tanah Air semakin memperkaya khasanah kuliner tradisionalnya pula. Bahkan untuk sajian ayam bakar, beberapa daerah memiliki ciri khasnya masing-masing.

Kelezatan ayam ungkep dengan berbagai bumbu dan rempah ini bisa dikatakan lahir dari kesederhanaan masyrakat pribumi berabad-abad silam. Ditunjang dengan Tanah Air yang kaya akan rempah-rempah tradisionalnya, kita patut berbangga ayam bakar menjadi warisan kuliner yang lezat dan seharusnya layak mendunia.

Membicarakan asal muasal ayam bakar, dari manakah asalnya ayam bakar itu sendiri? Chef Febrian Wicaksono, meyakini pada zaman dulu masyarakat memasak makanan dengan cara dibakar.

"Dari buyut kita pun sudah tahu dan mengenal ayam bakar. Bahkan enggak ayam bakar saja,zaman dulu kan belum begitu populer masakan seperti oven. Dari pedesaan zaman primitif, mereka cenderung dibakar," ujar jebolan MasterChef Indonesia (MCI) sebagai Runner up ini ketika berbincang dengan Okezone di Komplek Perkantoran MNC, Jalan Kebon Sirih.

Memang ayam bakar memiliki beragam sejarah. Pun di setiap tempat juga menyimpan kisah bagaimana kuliner dari daerah tersebut mulai populer hingga detik ini. Sebut saja ayam taliwang yang hingga saat ini masih saja digemari masyarakat luas.

Ayam Taliwang Media Pendamai saat Masa Peperangan

Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Kuliner BPNB Bali, NTB, NTT Tahun 2014, menuliskan, kuliner yang satu ini diperkenalkan oleh masyarakat Karang Taliwang, Nusa Tenggara Barat. Kondisi peperangan antar daerah adat saat itu ternyata ikut andil menyebarkan kuliner yang identik disuguhkan dengan terung dan kangkung yang disebut plencing.

Temuan yang dipublikasikan laman resmi Kemendikbud menerangakan, kala itu, peperangan terjadi antara Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Karangasem Bali. Sedangkan pasukan Kerajaan Taliwang, didatangkan langsung ke Lombok untuk membantu Kerajaan Selaparang yang diserang oleh Kerajaan Karangasem Bali.

Orang-orang dari Kerajaan Taliwang pun diberi tugas menjadi pendamai dua kerajaan yang sedang dideru masalah peperangan. Pendekatan tersebut dilakukan dengan cara yang unik, yakni melalui masakan.

Para juru masak meracik bumbu dengan campuran bawang merah, bawang putih, cabai, garam, dan terasi. Pada zaman itu, olahan masakan ayam dipandang sebagai makanan yang istimewa, karena hanya dihidangkan pada masa tertentu.

(Foto:Kokikutv)

Tak berhenti di situ saja, kuliner khas Karang Taliwang ini mulai merambah di dunia bisnis sekira tahun 1960-an. Kuliner ini dipopulerkan oleh warga Taliwang yang benama Nini Manawiyah atau dikenal Papin Manawiwah. Kian tenar di Kota Mataram, kuliner Manawiyah terkenal dengan sebutan nasi ayam taliwang.

Orang asli Lombok, NTB, Desy Natalia bangga sekali daerahnya memiliki ayam bakar taliwang sebagai kuliner tradisional. Kepada Okezone, juara 3 X Factor Indonesia ini sangat bersemangat bercerita seputar ayam taliwang.

Deasy bercerita, di Lombok sendiri, dulu ayam taliwang dijajakan ala kaki lima alias pinggir jalan. Karena ayam taliwang memang kuliner khas di sana, maka banyak ditemui penjaja ayam taliwang.

"Di Lombok makanan khasnya memang ayam taliwang. Dari kecil saya sudah biasa makan ini. Awalnya memang dia di pinggir jalan gitu," ujarnya saat berkunjung ke Kantor Redaksi Okezone.

Ia melanjutkan, seiring dengan populernya Lombok sebagai destinasi wisata. Semakin banyak pula pengunjung dari luar daerah yang datang ke Lombok untuk mencari makanan yang khas. Kini tidak hanya pedagang kaki lima, restoran besar dan bintang 5 pun menyuguhkan ayam taliwang sebagai menu andalan mereka.

Ayam taliwang semakin mendunia ketika salah satu usaha ayam taliwang yang terkenal di Tanah Air, dua kali diberi kesempatan berpartisipasi dalam ajang internasional World Street Food Conference (WSFC), yakni pada 2015 di Singapura dan 2016 di Manila, Philipina.

(ndr)
1 / 5

Baca Juga

<i>Wah</i>, Agrowisata Kopi Jadi Daya Tarik Wisata Lampung <i>Lho</i>!

Wah, Agrowisata Kopi Jadi Daya Tarik Wisata Lampung Lho!