Pariwisata Thailand Ikut Berkabung atas Wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej

Pariwisata Thailand Ikut Berkabung atas Wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej

Masyarakat Thailand Berduka Cita atas Wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej (Foto: Reuters/Chaiwat Subprasom)

WAFATNYA Raja Bhumibol Adulyadej meninggalkan duka cita mendalam bagi seluruh masyarakat di penjuru dunia, khususnya di Thailand.

Sang Raja menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis 13 Oktober 2016, karena serangan jantung. Seluruh masyarakat di Thailand mengiringi pemakamannya hingga detik terakhir. Tak hanya itu banyak atraksi wisata juga diliburkan sebagai tanda berkabung atas wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej.

(foto: Reuters)

Dilansir dari Stuff, Selasa (18/10/2016) semua konser hingga pesta tahunan di Thailand semua dibatalkan. Padahal, mereka sudah merencanakan untuk membuat pesta full moon yang megah dan meriah untuk para turis.

Tidak ada ingar bingar, semuanya tenang, dan akan terus berlanjut selama sebulan. Tentu saja ini akan mempengaruhi penurunan turis ke tempat wisata di Thailand.

Menteri Pariwisata Thailand, Prayuth Chan-ocha pun mendeklarasi jika acara hiburan ditiadakan untuk 30 hari. Namun, ia menegaskan jika waktu terus berjalan dan persoalan bisnis khususnya pariwisata harus tetap buka.

Pasalanya, lebih dari 30 juta turis datang ke Thailand setiap tahunnya, dan memberikan devisa negara sebanyak 10 persen. Industri pariwisata mereka telah berkembang sejak tahun 2014.

(foto: Reuters/Edgar Su)

Dengan adanya kabar duka ini, Bangkok yang terkenal dengan hiburan, tempat belanja mewah, hingga kapal pesiar yang membawa musik untuk menghibur juga ditiadakan. Sehingga negara ini menjadi benar-benar hening.

Selain itu, Nana Plaza yang menjadi tempat favorit turis nongkrong juga ditutup sementara untuk menghargai wafatnya sang raja.

Wafatnya sang raja ini juga memberikan banyak kepedulian dari para kedutaan negara. Mereka bahkan mengimbau para anggota bangsanya yang tengah berada di Thailand untuk juga menghormati meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej dengan tidak melakukan kegiatan hura-hura, atau festival.

Acara tahunan terbesar, yakni The Annual Yo Peng Festival yang membawa lentera ke langit juga sudah dibatalkan. Selain itu konser Morrisey juga dibatalkan padahal tiketnya sudah ludes terjual.

(fid)

Baca Juga

<i>Yuk</i> Main ke Kuburan Romawi Kuno di Turki

Yuk Main ke Kuburan Romawi Kuno di Turki