Industri MICE Indonesia Kembali Tunjukkan Geliatnya

Industri MICE Indonesia Kembali Tunjukkan Geliatnya

Acara The 9th Asia Rock Mechanism Symposium (foto: Dimas/Okezone)

SELAIN sektor leisure, industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) Indonesia kembali menunjukkan geliatnya. Sebanyak 265 delegasi dari 26 negara, berkumpul di Pulau Dewata, Bali, untuk mengikuti sebuah acara symposium bertaraf internasional.

Acara yang digelar selama tiga hari ini, merupakan pertemuan antara para akademisi dari berbagai negara di dunia, yang akan membahas perkembangan dan inovasi-inovasi terbaru dalam ilmu Geodesi (pemetaan bumi).

Pada sesi pembukaan, para delegasi dihibur oleh salah satu tarian tradisional khas Bali, yakni Tari Sekar Jagad. Gemulai gerakan para penarinya, berhasil menghipnotis perhatian satu ruangan. Bahkan, tak sedikit yang mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen tersebut.

"Rangkaian acaranya akan berlangsung selama tiga hari 18-20 Oktober, dengan melibatkan sejumlah profesor dan ahli-ahli di bidang Geodesi," tutur Dr. Suseno Kramadibrata, Indonesia Rock Mechanics Society (IRMS), dalam acara The 9th Asia Rock Mechanism Symposium, di The Stones Hotel, Kuta, Bali, Selasa (18/10/2016).

Di sisi lain, acara ini juga dinilai dapat membantu Kementerian Pariwisata RI dalam rangka pencapaian target jumlah kunjungan 12 juta wisatawan mancanegara pada 2016.

Dari 265 delegasi yang hadir, angka tersebut diharapkan dapat memboosting destinasi-destinasi wisata Tanah Air. Tak ayal jika Kementerian Pariwisata sangat mendukung penyelenggaraan acara tersebut.

"Kategori Pariwisata itu ada 2 leisure dan mice. Dan Kemenpar sudah berkomitmen, jika ada event mice dengan jumlah peserta diatas 200 orang. Akan diberi berbagai dukungan dan kemudahan," tutur Taufik Nurhidayat, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, kepada Okezone.

Adapun dukungan yang diberikan oleh Kemenpar di antaranya, kemudahan dalam membooking hotel, antar jemput bandara, surat izin imigrasi bea cukai, penampilan seni budaya, hingga akses sarana-sarana wisata yang ada di tempat acara diselenggarakan.

Menurut Taufik, secara definitif hampir setiap bulan perusahaan-perusahaan asing seperti Jepang dan India, mengadakan acara berkonsep mice.

"Hal ini harus didukung, demi memenuhi target yang disampaikan oleh Presiden Jokowi beberap waktu lalu, dimana beliau menginginkan terjadinya pertumbuhan di sektor mice sebesar 7 persen pada tahun ini," pungkasnya.

(fid)

Baca Juga

Asiknya Berkemah di Pulau Perak, Kepulauan Seribu

Asiknya Berkemah di Pulau Perak, Kepulauan Seribu