2 TAHUN JOKOWI-JK: Iriana Jokowi Setia dengan Kebaya Kutubaru

2 TAHUN JOKOWI-JK: Iriana Jokowi Setia dengan Kebaya Kutubaru

Presiden RI Jokowi bersama Iriana Jokowi dan keluarga (foto: Okezone)

PASANGAN Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla telah resmi memimpin Tanah Air selama dua tahun. Itu artinya, dua tahun sudah Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla berperan sebagai sosok First Lady of Indonesia.

Setelah menyandang status sebagai First Lady, penampilan Iriana Jokowi tidak lepas dari pandangan publik. Kendati demikian, soal selera busana Iriana tetap konsisten dengan kesederhanaannya.

Dalam setiap lawatan di depan publik menemani sang suami, Iriana tak pernah lepas dari penggunaan kebaya kutubaru. Tilik saja penampilannya saat pelantikan sang suami menjadi presiden pada 20 Oktober 2014 lalu, Iriana tampak mengenakan kebaya kutu baru warna oranye.

Begitu pula dalam acara kenegaraan lainnya, seperti upacara tujuh belasan, ibu tiga orang anak ini seringkali terlihat mengenakan kebaya kutubaru. Diungkapkan oleh desainer langganan Iriana Jokowi, Tuty Adib, beberapa waktu lalu, kebaya kutubaru merupakan kebaya klasik khas ibu Jawa di era beberapa puluh sampai ratusan tahun lalu. Model kebaya kutubaru ini memiliki khas pada bagian tengah depan, yakni tambahan kain yang menjadi penghubung antara bagian kiri dan kanannya.

(foto: Okezone)

Umumnya, kain yang digunakan cenderung polos. Biasanya, pada bagian bawah di antara kebaya dan kain dikenakan selendang jumputan yang juga berfungsi sebagai penghubung.

Kebaya Kutu Baru, Identitas Klasik Busana Asli Indonesia

Adalah kebaya kutubaru motif bunga-bunga dengan pelengkap selendang polos yang kerap menjadi gaya favorit Iriana. Menurut sang desainer, ada alasan tersendiri Iriana kerap mempopulerkan gaya busana kutu baru motif bunga-bunga dalam setiap lawalatannya di depan publik.

“Salah satu jenis kebaya klasik Indonesia adalah kebaya kutubaru. Untuk kebaya kutubaru motif kembang-kembang ini memang sudah sejak beberapa waktu lalu, cukup lama ditinggalkan. Oleh karena itu, sejak Ibu Iriana menjadi Ibu Negara, beliau sering mengenakan kebaya kembang-kembang dengan desain kutubaru. Ingin lebih melestarikan dan mempopulerkan kebaya klasik kutubaru,” terang Tuty Adib.

Kutubaru memiliki bentuk yang khas. Biasa disebut sebagai gier atau bef, yaitu lapisan tengah berbentuk segi empat dimuka kebaya. Wanita yang mengenakan kebaya kutubaru, biasanya akan mengenakan korset, kamisol, dan long torso, agar penampilan wanita menjadi lebih anggun dan berkelas.

Kebaya adalah busana nasional yang umum dikenakan wanita Indonesia, khususnya wanita Jawa yang mengenakan kebaya dengan kombinasi kain batik ber-wiron atau berlipat-lipat. Pelengkapnya adalah selop ber-hak pendek untuk menunjang penampilan wanita semakin anggun dan feminim.

Penampilan Iriana dengan kebaya kutubaru dalam setiap penampilannya, secara tidak langsung bisa mengenalkan kembali bahkan menjadikan jenis kebaya khas Indonesia yang memang tergolong klasik menjadi tren kepada masyarakat. Apalagi, perkembangan kebaya saat ini mengalami berbagai modifikasi yang tak jarang kehilangan pakemnya. Keputusan Iriana Jokowi untuk rutin mengenakan kebaya kutubaru dalam kegiatan kenegaraan, menurut Tuty Adib adalah tepat. Karena ia merasa roh asli dari kutubaru kembali dihidupkan ibu negara dalam motif aslinya, yakni bunga-bunga.

“Saya rasa keputusan beliau menggunakan busana kebaya kutubaru sangat tepat. Karena kebaya kutubaru adalah salah satu busana tradisional Indonesia dan sudah cukup lama tidak terlihat dalam kutubaru yang tradisional, dengan bunga-bunganya,” tambah Tuty.

Selain itu, kebaya kutubaru juga menunjukkan sisi kesederhanaan pemakainya, sekaligus tetap bisa terlihat anggun dan menawan.

“Kalau yang terlihat sekarang yang modern dan sudah kekinian. Kemudian, Beliau hadir dengan waktu yang sangat tepat sekali memunculkan kembali roh masa lalu ke waktu sekarang dan luar biasa sangat elegan sekali seorang Ibu Negara mengenakan busana yang sudah cukup lama dan tidak terlihat, yaitu kebaya kutubaru,” tutup Tuty.

(SLV)

Baca Juga

<i>Oh</i>, Ternyata Ini Perbedaan Yukata dan Kimono

Oh, Ternyata Ini Perbedaan Yukata dan Kimono