Trik Menarik Kandidat Wanita di Tim IT

Trik Menarik Kandidat Wanita di Tim IT

Wanita kerja di IT (Foto: Flickr)

HARI ini, kita melihat semakin banyak wanita yang melakukan pekerjaan di bidang Teknologi Informasi (TI). Para programmer ini punya latar belakang yang berbeda-beda. Mereka memahami sudut pandang tim pemasaran, keuangan hingga pelayanan konsumen. Sehingga mereka bisa membuat berbagai sistem dan aplikasi yang tepat guna untuk kemajuan perusahaan.

Menurut perusahaan konsultan bisnis CEB, saat ini wanita yang bekerja di departemen TI sekitar 31 persen. Jumlah tersebut akan meningkat dalam empat tahun mendatang.

Beberapa penelitian di masa lalu membuktikan keseimbangan jumlah pegawai pria dan wanita dalam organisasi akan berdampak baik untuk perusahaan. Menurut studi yang dilakukan Credit Suisse, perusahaan yang menempatkan beberapa wanita pada posisi pengambil kebijakan bisa mendatangkan laba ekuitas rata-rata sebesar 16 persen. Sementara perusahaan yang dipimpin dewan direksi yang semuanya pria hanya menghasilkan laba rata-rata 12 persen.

Sekarang masalahnya, perusahaan belum cukup cakap menggaet pelamar wanita untuk masuk ke tim TI. Sebagian besar berkas curriculum vitae yang datang di meja manajer perekrutan berasal dari kandidat pria. Berikut trik menarik calon pegawai wanita untuk melamar ke divisi TI seperti dikutip dari computerweekly.com.

Pasang iklan lowongan kerja di berbagai media

Perusahaan bisa menarik calon pegawai wanita jika mengiklankan lowongan kerja di berbagai media. Jangan hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau melalui kontak pribadi saja. Seorang Pimpinan perusahaan mengatakan hanya menyebarkan informasi posisi tim TI di kantornya melalui LinkedIn. Padahal, hampir semua rekan yang terkoneksi di media sosial tersebut adalah pria. Akhirnya, sekitar 80 persen resume yang masuk berasal dari pelamar pria.

Perusahaan yang bergerak di bidang TI, Intel telah melakukan terobosan saat menyebarkan lowongan pekerjaan. Mereka menyewa jasa agen di luar perusahaan. Selain itu, tim perekrutan di dalam perusahaan mengiklankan posisi kosong di luar jaringan mereka. Cara ini terbukti meningkatkan jumlah pelamar kerja wanita meski belum signifikan. Hingga hari ini, mereka belum mencapai keseimbangan jumlah pegawai pria dan wanita.

Iklan lowongan pekerjaan yang menarik kandidat wanita

Walaupun perusahaan sudah menyebarkan informasi lowongan kerja seluas-luasnya, banyak wanita yang masih enggan melamar. Sebab, mereka merasa tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan. Para wanita yakin untuk mendaftar sebuah lowongan pekerjaan jika mereka merasa 90 persen kemampuan yang ada dalam diri bisa memenuhi permintaan perusahaan. Sementara para pria akan melamar sebuah pekerjaan jika merasa 60 persen kemampuannya sudah cukup memuaskan perusahaan.

Salah satu trik untuk menarik pelamar wanita adalah memilih diksi yang tepat pada iklan lowongan kerja. Jika menggunakan frase “mendorong perubahan perusahaan”, maka Anda hanya akan menerima berkas pelamar pria. Cobaah ganti kata-kata tersebut dengan “memiliki kemampuan, bisa mengkoordinasi dan memfasilitasi perubahan dalam perusahaan”. Dua rangkaian kata itu memiliki makna yang sama, namun frase kedua akan lebih menarik kandidat wanita.

Membuat seleksi panel yang berbeda

Misalkan Anda membutuhkan beberapa ahli pemrograman di tim TI dengan latar belakang pengetahuan yang beragam. Maka Anda bisa mengubah seleksi panel menjadi beberapa sesi yang berbeda-beda. Beberapa orang pelamar yang punya latar belakang analisis pemasaran dipisahkan dengan kandidat yang menguasai pemrograman untuk sistem keuangan. Dengan demikian Anda akan mendapat beberapa pegawai yang bisa memberi sudut pandang dan masukan terbaik untuk tim TI kelak.

(tty)

Baca Juga

Beli Rumah Baru, Ini Perabotan Pertama yang Harus Dibeli

Beli Rumah Baru, Ini Perabotan Pertama yang Harus Dibeli