Kemenkes: HIV/AIDS Penyakit yang Sulit Menular

Kemenkes: HIV/AIDS Penyakit yang Sulit Menular

Ilustrasi (Foto: Google)

KEMENTERIAN Kesehatan menyatakan HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang sangat sulit menular, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan menghindari orang yang hidup dengan AIDS.

"HIV/AIDS adalah penyakit menular yang sangat sulit menular," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh dalam pengukuhan Duta HIV/AIDS dalam rangkaian peringatan Hari AIDS internasional di Batam Kepulauan Riau, Rabu.

Cara penularan HIV/AIDS sangat terbatas yaitu melalui kegiatan seksual di luar norma, injeksi atau transfusi dan dari ibu ke anak.

Selain itu, maka HIV/AIDS tidak akan menular ke orang lain.

Ia bercerita pada suatu kesempatan, dirinya berbagi minuman dalam satu gelas yang sama dengan ODHA, untuk meyakinkan bahwa berinteraksi normal dengan ODHA tidak akan menularkan penyakitnya.

Meski tidak mudah menular, namun Subuh menekankan virus itu harus dikendalikan.

Masyarakat disebutnya harus berani melakukan memeriksakan diri demi memastikan dirinya bebas dari virus.

Pemerintah menjadikan penanggulangan HIV/AIDS sebagai prioritas pembangunan selama dua RPJMD pada 10 hingga 15 tahun ke depan.

Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi mengenai HIV/AIDS.

Sosialisasi diperlukan agar pemahaman masyarakat terus meningkat dan sasaran utamanya adalah masyarakat dengan usia 15 tahun ke atas.

"Pengetahuan bagaimana HIV menular, caranya bagaimana, maka tahu pencegahannya," kata dia.

Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Katarina menyatakan berdasarkan penelitian 2010, pengetahuan kelompok umur 14 hingga 24 tahun tentang HIV-AIDS hanya mencapai 11,4 persen.

Data itu menunjukan rendahnya tingkat pengetahuan remaja pada HIV/AIDS.

Kementerian Pendidikan sudah memasukan materi tentang HIV/AIDS dalam kurikulum kompetensi dasar.

Untuk siswa SD, pengetahuan itu dimasukan dalam pelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga, dimulai dari jajanan sehat, bahaya napsa dan perlunya menjaga kesehatan alat reproduksi.

Kemudian pada tingkat SMP diajarkan kompetensi dasar pada seks bebas, bahaya HIV/AIDS dan penyakit seksual lainnya.

"Guru memiliki tanggung jawab pada siswa agar pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin, agar upaya melawan menjadi gerakan bersama," katanya.

(tty)

Baca Juga

Khasiat Mencampurkan Cabai Rawit, Perasan Lemon dan Garam

Khasiat Mencampurkan Cabai Rawit, Perasan Lemon dan Garam