2 TAHUN JOKOWI-JK: SDM Dokter Belum Tersebar ke Seluruh Penjuru Negeri

2 TAHUN JOKOWI-JK: SDM Dokter Belum Tersebar ke Seluruh Penjuru Negeri

Dokter masih terpusat di Pulau Jawa (Foto: Schoolworld)

PEMERATAAN dokter dan dokter spesialis sejak lama menjadi kendala pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal ini sangat dirasakan oleh mereka yang tinggal di wilayah perifer, tepatnya di kawasan terpencil, pulau terluar, dan perbatasan.

Akibatnya, masyarakat tidak bisa merasakan keadilan jika ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Mereka harus benar-benar merasakan keterbatasan saat ingin berobat, terutama di saat kondisi darurat.

Salah satu contoh persoalan yakni di kawasan Indonesia bagian timur, seperti Provinsi Papua. Faktanya, jarang ada dokter yang bertugas sepenuh hati di bumi Cendrawasih hingga kini.

Bahkan, tidak hanya dokter, fasilitas kesehatan di sana juga sangatlah minim. Apalagi bagi penduduk yang tinggal di pulau terluar wilayah Papua.

Kondisi kesehatannya sangat tidak terkontrol, sehingga angka kematian akibat penyakit sangatlah tinggi. Misalnya endemik malaria belum tereliminasi. Sehingga, masyarakat masih dirundung keraguan jika ingin memastikan diagnosa penyakit.

Tak cuma itu, tenaga bidan pun minim, sehingga masyarakat melahirkan normal dengan dibantu dukun beranak. Bahaya pun dapat mengancam, yang mengakibatkan tingginya angka kematian ibu dan anak.

(Foto: Okezone)

Melihat hal ini, Menteri Kesehatan RI Prof Nila F Moeloek ingin berjuang untuk masyarakat, agar tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara adil dan baik. Sudah menjabat selama dua tahun, Menkes merasa belum ada tenaga dokter yang ikhlas mengabdi untuk negeri.

"Distribusi sumber daya masyarakat (dokter-red) masih berat," ungkapnya kepada Okezone saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

(hel)
1 / 2

Baca Juga

TOP HEALTH 3: Trik Membelai Miss V dengan Sensasi Berbeda

TOP HEALTH 3: Trik Membelai Miss V dengan Sensasi Berbeda