Kebaikan Suami Bisa Salah jika Istri Merasakan Hal Ini

Kebaikan Suami Bisa Salah jika Istri Merasakan Hal Ini

Pasutri (Foto: Womenshealth)

SEGALA kebaikan yang dilakukan suami belum tentu benar. Entah itu uang belanja lebih yang diberikan kepada istri setiap bulan, kebebasan mengelola uang atau kebebasan berkarier tidak semata-mata baik bagi istri. Bahkan, bagi istri itu bisa sangat menyakitkan.

Veronica Adesla yang merupakan psikolog klinis dewasa mengungkapkan, kebaikan yang dilakukan seseorang belum tentu diterima dengan baik bagi orang yang menerima. Hal ini berlaku kepada semua orang, tidak terkecuali suami-istri.

“Mungkin menurut suaminya benar, dia sudah memberikan semua pendapatannya kepada istri dan membebaskan istri bagaimana mengelolanya, soal karier juga demikian, istri mau bekerja atau tidak suami tetap memberi nafkah, dan suami sudah menerima segala bentuk perlakuan istri kepadanya,” ucap Veronica saat dihubungi Okezone, Rabu 30 November 2016.

Tetapi, semua sikap suami itu malah diartikan berbeda oleh istri. Istri menganggap suami tega menyuruh dia mengatur uang belanja rumah tangga, suami tidak perhatian dengan kariernya karena tidak pernah memberi kritik dan saran.

“Nah, kalau kasusnya seperti itu berarti yang salah adalah hubungan komunikasinya. Tidak ada komunikasi yang baik antara suami dengan istri. Sehingga peran sebagai anggota keluarga sama-sama tidak berfungsi,” jelasnya lebih lanjut.

Wanita lulusan Universitas Tarumanegara ini menyimpulkan, akhirnya segala kebaikan suami yang menurut dirinya benar, tidak berarti bagi istri. Di mata istri suaminya malah buruk. Oleh karena itu, suami dan istri harus membuka ruang selebar-lebarnya untuk berkomunikasi dan mengutarakan keinginan dan kebutuhan masing-masing.

(vin)

Baca Juga

Pertimbangan Bijak Terima Perjodohan

Pertimbangan Bijak Terima Perjodohan