Wow, Inilah yang Bikin Tas Hermes Dibanderol dengan Harga Selangit

Wow, Inilah yang Bikin Tas Hermes Dibanderol dengan Harga Selangit

Tas hermes (Foto: Therichest)

TAS bisa dikatakan sebagai barang yang tak bisa terpisahkan dari wanita. Sementara banyak wanita yang memilih tas dengan harga dan kualitas yang biasa saja. Bahkan ada pula yang sampai rela merogoh kocek dalam-dalam untuk sebuah tas.

Sebuah tas, khususnya tas jinjing kadang juga bisa menjadi pertanda status sosial seseorang. Tak jarang ada beberapa brand tas ternama di dunia yang memiliki harga yang tak murah. Bahkan sangat mahal.

Mungkin Anda sudah tak asing lagi dengan brand handbag yang satu ini, Hermes. Brand ini merupakan salah satu merek tas jinjing wanita yang bisa dibilang mempunyai harga paling mahal di dunia. Bagaiamana tidak, sebagaimana dilansir The Richest, harga yang paling murah dari satu item tas Hermes saja sekira Rp12 juta, lalu untuk yang paling mahal dibanderol dari Rp 840 juta sampai miliyar lebih.

The Crocodile Birkin menjadi salah satu item dan model yang paling murah dari Hermes dengan harga US$ 120.000 dan The Hermes Chaine D’ Ancre yang paling mahal dengan harga S$2 juta.

Inilah sebabnya yang membuat pikiran banyak orang terbentuk ketika melihat tas brand tersebut bahwa Hermes adalah tas yang begitu mahal. Namun itu bukan tanpa sebab, tas Hermes sebagian besar terbuat dari bahan berkualitas tinggi termasuk kulit buaya dan dihiasi dengan emas dan kancing yang dihiasi berlian.

Tak hanya itu, dari sisi pekerja yang mengerjakan tas-tas mahal tersebut juga memiliki syarat harus mengikuti pelatihan selama lebih kurang satu tahun. Lalu, setiap orang sekiranya membutuhkan waktu 18 jam untuk menyelesaikan 1 item tas. Wow!

Semuanya dibuat handmade, mulai dari memotong, melipat, memangkas hingga menjahit tidak ada bantuan mesin sama sekali. Ini juga yang membuat tas Hermes sangat mahal.

Kemudian, keeksklusifan juga sangat dijaga oleh Hermes. Setiap pekerja hanya diperkenankan mengerjakan satu item tas, ini lagi yang menjadi keunikan Hermes karena tidak diproduksi secara masal. Membuktikan bahwa, Hermes bukan hanya tas jinjing biasa namun tas dengan karya seni karenanya pantas untuk dihargai.

Kini Hermes banyak yang memalsukan, namun tetap saja yang asli adalah yang terbuat dari kulit buaya yang diperoleh dari Australia dan juga dari Sungai Nil. Buaya yang dipilih pun tidak sembarangan. Agar memperoleh kualitas kulit nomor satu si buaya tak boleh memiliki luka, sehingga tidak terdapat cacat pada kulit saat produksi.

Akhir kata, ketika seseorang membeli tas Hermes, bukan hanya membeli merek yang memang sudah prestige, akan tetapi juga seninya. Produk yang mewah yang bisa jadi fungsinya tak terlalu berarti karena lebih terfokus pada daya tariknya.

(ren)

Baca Juga

TOP FASHION 3: <i>Wow,</i> Asam Jawa Bisa Bikin Wajah Bersinar!

TOP FASHION 3: Wow, Asam Jawa Bisa Bikin Wajah Bersinar!