Seputar Pornografi yang Wajib Diketahui Suami-Istri

Seputar Pornografi yang Wajib Diketahui Suami-Istri

Pasutri (Foto: Familyshare)

APAKAH Anda berpikir pornografi membantu pernikahan menjadi lebih romantis? Ya, selama ini asumsi seperti itu memang berkembang di masyarakat. Alasannya demi meningkatkan gairah seksual.

Namun, sebuah penemuan mencengangkan terungkap dari buku ''The Social Costs of Pornography'' bahwa mengonsumsi terus menerus pornografi menyebabkan perubahan patologis dan disfungsi. Setelah bertahun-tahun banyak orang mengabaikan bahaya pornografi, akhirnya kecanduan pornografi kini masuk kategori penyakit berbahaya.

Melansir dari Familyshare, Jumat (2/12/2016), inilah fakta-fakta tentang pornografi yang wajib diketahui suami-istri.

Menghancurkan asmara

Pornografi menciptakan ketidakpekaan dan dapat menyebabkan pelecehan seksual. Seorang pria yang kecanduan pornografi kehilangan minat dalam momen bercinta dengan istrinya. Hubungan seks yang terjadi sangat duniawi dan sarat dengan kekerasan. Seorang suami mungkin memperkosa istrinya. Sementara, wanita yang melihat pornografi cenderung kehilangan daya tarik kepada pasangan. Mereka hanya dapat dirangsang oleh materi pornografi.

Menghancurkan harga diri

Seorang pria yang kecanduan pornografi cenderung membandingkan atribut fisik istrinya dengan kinerja seksual aktor porno atau aktris. Untuk dirinya sendiri, mereka merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya. Pria yang menonton pornografi juga merasa tidak aman tentang pernikahannya, karena ia takut tubuh atau seksualitasnya akan mengecewakan istri.

Membuat kehilangan daya tarik

Ketika seorang pecandu membandingkan istri atau suami dengan bintang porno, mereka tidak akan pernah cocok. Hal ini karena pecandu tidak menyadari seks murni dan komersial. Tidak ada realitas dalam pornografi, dan itu menghancurkan penilaian praktis.

Menciptakan masalah disfungsional

Studi dari 28.000 pria membuktikan kecanduan pornografi menyebabkan disfungsi ereksi dan infertilitas pria.

Gangguan pada pernikahan dan keluarga

Lyden, salah satu penelitian yang disebutkan dalam buku di atas, mengatakan, “Bagi pria lebih banyak mengonsumsi pornografi tidak punya keinginan besar memiliki anak, terutama anak perempuan.

(vin)

Baca Juga

Seperti Ini Ternyata Arti Keluarga bagi Luhut Binsar Pandjaitan

Seperti Ini Ternyata Arti Keluarga bagi Luhut Binsar Pandjaitan