HARI AIDS SEDUNIA: Bisakah HIV Menular Melalui Air Mani?

HARI AIDS SEDUNIA: Bisakah HIV Menular Melalui Air Mani?

Ilustrasi (Foto: Thehealthsite)

PERAN sperma dalam transmisi virus HIV hingga kini masih jadi perdebatan. Ada anggapan bahwa virus HIV hanya menular ketika sperma tertinggal di dalam Miss V setelah ejakulasi (dalam kasus berhubungan intim dengan pria pengidap HIV).

Lantas bagaimana dengan air mani, air precum atau cairan bening yang keluar saat pria terangsang? Apakah berisiko menularkan virus mematikan itu?

Ketika seorang pria terangsang, maka akan memproduksi cairan precum yang juga terdapat virus HIV. Karena itu, meski pun pria ejakulasi di luar Miss V, juga ada kemungkinan tertular HIV karena ada cairan precum yang tertinggal di dalam Miss V.

Selain cairan precum, kulit halus pada Mr P dan kulup juga terdapat virus tersebut yang kemungkinan besar dapat ditularkan lewat kontak seksual. Termasuk pada oral seks di mana virus dapat menginfeksi area mulut lewat cairan precum dan sperma.

Ketika sperma itu tertelan, maka enzim di dalam sistem pencernaan dapat mengaktifkan virus tersebut. Jika tidak ada virus HIV, kontaminasi cairan sperma ini dapat berisiko menularkan sejumlah penyakit seperti chlamydia, gonore, herpes dan syphillis.

Namun untuk presentase tertular HIV, ejakulasi di dalam Miss V risikonya lebih tinggi ketimbang oral seks. Karena itu, untuk mencegah virus HIV lebih baik gunakan kondom saat bercinta agar tidak ada kontak antara cairan precum, sperma, cairan vagina atau darah yang memiliki virus HIV.

(hel)

Baca Juga

Jadi Duta Gizi, Ini Fokus Maria Harfanti

Jadi Duta Gizi, Ini Fokus Maria Harfanti