HARI AIDS SEDUNIA: ARV Bisa Cegah Ibu Hamil Turunkan HIV ke Bayi

HARI AIDS SEDUNIA: ARV Bisa Cegah Ibu Hamil Turunkan HIV ke Bayi

ARV cegah ibu hamil turunkan HIV ke bayi (Foto: Pregnancymystery)

TERLALU banyak kekeliruan terkait ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS. Salah satunya, ketika ibu hamil, maka bayi yang dilahirkan berisiko 100 persen mengidap HIV juga. Apa benar demikian?

Anggapan di atas sepertinya perlu diluruskan. Perlu diketahui, sebelum ada terobosan obat anti-retroviral (ARV). Risiko virus HIV/AIDS pada ibu hamil menurun pada anak sekira 40 persen.

Namun, kehadiran obat ARV mampu menekan virus HIV berkembang di dalam tubuh sehingga dampaknya dapat mengurangi risiko penularan HIV pada anak hingga 7 persen.

"Obat ARV juga dapat digunakan bagi Ibu hamil pengidap HIV untuk menyelamatkan bayi supaya tidak tertular HIV," ungkap dr. Sasanto Ketua Komite Program Yayasan AIDS Indonesia, di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Ibu hamil yang mengidap HIV juga disarankan untuk rutin kontrol agar mendapat penanganan yang tepat. Terlebih pada saat melahirkan di mana risiko bayi tertular HIV bisa diminimalisir.

Misalnya pada proses bersalin operasi yang lebih disarankan. Pasalnya proses bersalin ini memungkinkan minimnya kontak darah antara ibu dan bayi.

"Kalau normal proses bersalinnya butuh waktu 8-10 jam. Kalau operasi hanya 1 jam selesai. Tapi tak menutup kemungkinan proses bersalin normal juga dapat mengurangi penularan asal penanganannya tepat," pungkasnya.

(hel)

Baca Juga

6 Manfaat Menangis terhadap Kesehatan Anda

6 Manfaat Menangis terhadap Kesehatan Anda