Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Solo Gelar City Travel Exchange

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Solo Gelar City Travel Exchange

Ilustrasi

SOLO - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Jawa Tengah (Jateng) mengadakan acara Solo City Travel Exchange untuk meningkatkan jumlah wisatawan domestik, khususnya dari daerah yang saat ini memiliki penerbangan langsung (direct flight) dari dan menuju Solo.

Kepala Disbudpar Solo, Eny Tyasni Suzana mengatakan, hal ini merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan potensi dan peluang, apalagi Solo masuk kawasan Joglosemar (Solo, Jogja, dan Semarang) yang merupakan 10 prioritas destinasi wisata di Indonesia.

Selain itu, Solo juga telah disahkan sebagai destinasi kuliner dan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition).

Namun tidak dipungkiri, masyarakat luar Jawa masih banyak yang belum mengetahui Solo dan destinasi wisata yang dimiliki. Oleh karena itu, Disbudpar Solo menggandeng pelaku wisata, seperti hotel, travel agent, pusat oleh-oleh hingga maskapai untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kota Bengawan.

“Acara ini untuk mendongkrak tingkat kunjungan, seperti wisatawan mancanegara dari target 2 juta orang yang ditarget mengunjungi Joglosemar, diharapkan Solo bisa berkontribusi. Sementara, wisatawan nusantara ditarget bisa datangkan 4,2 juta orang,” kata Eny, seperti dikutip dari Solopos.com, Jumat (2/12/2016).

Dia mengakui, kinerja pariwisata tahun ini melemah jika dibandingkan tahun lalu, seperti wisatawan nusantara yang ditarget 4,2 juta orang, baru tercapai sekira 2 jutaan orang hingga September. Eny mengatakan, selain wisatawan turun, ada beberapa destinasi wisata yang belum melaporkan tingkat kunjungan.

Acara yang diadakan selama tiga hari tersebut mengundang 26 buyer yang berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Lombok, Makassar, Batam, Bali, Palangkaraya, Tarakan, dan Kupang yang dipertemukan dengan 40 pelaku wisata yang ada di Soloraya.

Selama acara, buyer tersebut diajak berkeliling ke berbagai destinasi yang ada di Solo dan sekitarnya serta menikmati kuliner dan berkunjung ke lokasi wisata belanja.

“Soloraya memiliki potensi culture (budaya), nature (alam), kuliner, dan belanja, itu yang ditonjolkan dan kenalkan. Melalui table top, diharapkan travel agent yang ada di luar daerah tahu mengenai paket one day trip, two day trip, dan paket wisata lain yang ada di Solo dan ikut menjual ke konsumennya,” jelas Eny.

(fds)

Baca Juga

Ombak Kuala Cut Lampuuk Jadi Tempat Terbaik Aceh <i>Surfing</i> Festival 2016

Ombak Kuala Cut Lampuuk Jadi Tempat Terbaik Aceh Surfing Festival 2016