Jangan Sepelekan Dampak Dehidrasi yang Bisa Fatal

Jangan Sepelekan Dampak Dehidrasi yang Bisa Fatal

Cegah dampak buruk dehidrasi (Foto: Funvilla)

MESKI udara cenderung sejuk, bukan berarti seseorang tidak rentan mengalami dehidrasi. Karenanya, Anda tetap perlu memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik untuk mengurangi risiko dampak dehidrasi.

Seorang Independent consultant to the Natural Hydration Council, Dr Emma Derbyshire PhD mengatakan, kebanyakan orang rata-rata kehilangan lebih dari setengah liter keringat dalam sehari dan hal tersebut akan meningkat saat cuaca panas atau saat berolahraga.

“Jadi, penting untuk minum air yang cukup untuk menutupi kekurangan cairan Anda tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan cairan, sesuai dengan panduan Food Standards Agency adalah 6 hingga 8 gelas cairan dalam sehari,”kata Dr. Emma, dikutip Femalefirst.

Lebih lanjut ia menjelaskan, banyaknya keringat yang menguap dari kulit dapat menentukan bagaimana kita menjadi dehidrasi. Minimnya kelembapan menyebabkan kelembaban tubuh kita menguap pada tingkat yang lebih cepat dari biasanya.

Perlu diketahui, air membentuk 60 % dari berat tubuh kita dan bahkan dehidrasi ringan (sekira 2 % hilang dari tubuh) dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan, dan mengurangi kinerja fisik, serta mental.

Selain itu, tubuh yang lebih dari 40 derajat celcius (suhu tubuh normal adalah 37 derajat celcius) bisa menyebabkan serangan penyakit stroke. Meskipun ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap serangan stroke, termasuk penyakit yang sudah ada sebelumnya, usia yang lebih tua dan kurangnya aklimatisasi (penyesuaian diri) tubuh terhadap panas, dehidrasi mungkin juga merupakan salah satu faktor penyebabnya.

Untuk itu, air harus dikonsumsi secara teratur sepanjang hari, begitu juga ketika malam hari saat musim panas. Selain itu, sebaiknya juga membatasi diri terkena paparan panas sinar matahari, terutama di siang hari.

(hel)

Baca Juga

Jadi Duta Gizi, Ini Fokus Maria Harfanti

Jadi Duta Gizi, Ini Fokus Maria Harfanti