Janin Cacat dalam Kandungan, Dapatkah Lahir dengan Selamat?

Janin Cacat dalam Kandungan, Dapatkah Lahir dengan Selamat?

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KEHAMILAN adalah momen yang membahagiakan dan sangat ditunggu-tunggu. Namun, bagaimana jika dokter mengatakan bahwa janin Anda mengalami cacat dalam kandungan? Berikut penjelasan dari dr. Karin Wiradarma.

Laki-laki atau perempuan sesungguhnya bukan masalah saat Anda mengetahui diri Anda sedang hamil. Hal yang jauh lebih penting adalah bayi terlahir sehat ke dunia.

Namun, kami yakin rasanya bak disambar petir ketika dokter mengatakan bahwa sang jabang bayi yang telah ditunggu-tunggu mengalami cacat dalam kandungan. Rasanya tak mungkin ada ibu yang tak hancur hatinya.

Pertanyaannya, “Apakah ia bisa lahir dengan selamat ataukah meninggal dalam kandungan?”

3 Maret, Hari Cacat Bawaan Sedunia

Cacat bawaan adalah kelainan pembentukan organ yang terjadi sejak bayi berada dalam kandungan. Kebanyakan cacat bawaan ini terbentuk saat usia kehamilan tiga bulan atau kurang.

Cacat bawaan pada bayi dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat. Ada juga cacat bawaan yang dapat menyebabkan kematian bayi.

Data WHO pada 2010 memperkirakan ada 295 ribu bayi yang lahir dengan cacat bawaan dari total lima juta bayi yang lahir setiap tahunnya di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1,4% bayi usia 0-6 hari dan 18,1% bayi usia 7-28 hari meninggal akibat cacat bawaan.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap cacat kandungan ini, 3 Maret diperingati sebagai hari cacat bawaan sedunia.

Penyebab Multifaktor

Penyebab cacat bawaan ini dapat bermacam-macam, misalnya faktor genetik (diturunkan dari orangtua) atau lingkungan. Faktor lingkungan antara lain adalah ibu merokok, minum alkohol, dan obat-obatan tertentu ketika sedang hamil, atau terpapar oleh racun atau infeksi virus.

Tercatat lebih dari empat ribu jenis cacat bawaan pada bayi. Namun yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah kelainan bentuk kaki seperti stik golf 22,3% (talipes equinovarus), sistem saraf 22% (anencephaly – tidak ada batok kepala, spina bifida, dan meningocele – saraf tulang belakang terbuka), bibir sumbing 18,5%, dan omphalocele 12,5% (usus keluar dari lubang di pusar).

Selain jenis di atas, yang cukup sering terjadi adalah kelainan jantung bawaan dan sindrom Down.

Apakah Bisa Lahir Hidup?

Bayi yang mengalami cacat bawaan ringan-sedang dapat dilahirkan baik melalui persalinan normal atau operasi Caesar dengan selamat. Namun demikian, ada jenis cacat bawaan berat yang menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan, lahir mati, atau meninggal beberapa hari setelah dilahirkan.

Bagi bayi yang mengalami cacat bawaan seperti spina bifida, bibir sumbing, dan sindrom Down, besar kemungkinan dapat dilahirkan dengan selamat. Dengan kemajuan teknologi kedokteran, bayi dengan cacat jantung bawaan juga dapat selamat.

Namun demikian, bayi dengan cacat bawaan berat seperti anencephaly dapat meninggal dalam kandungan, lahir mati, atau meninggal beberapa hari setelah dilahirkan.

Jika Anda memiliki bayi dengan cacat bawaan, jangan berkecil hati. Ada terapi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi.

Cacat bawaan ringan yang diterapi sedini mungkin dapat memberikan hasil yang memuaskan. Meskipun tumbuh kembang bayi dengan cacat bawaan sedang-berat mungkin tidak dapat menyamai anak-anak pada umumnya, Anda tetap dapat mengoptimalkan kualitas hidupnya dengan memberikan kasih sayang dan terapi sedini mungkin.

(tty)

Baca Juga

Jadi Duta Gizi, Ini Fokus Maria Harfanti

Jadi Duta Gizi, Ini Fokus Maria Harfanti