Alasan Kebanyakan Pasien Suka Berbohong kepada Dokter

Alasan Kebanyakan Pasien Suka Berbohong kepada Dokter

Ilustrasi (Foto: Glamour)

MEMBERIKAN informasi medis yang lengkap dan akurat soal kesehatan adalah tugas dokter. Termasuk mendiagnosis, tentunya membutuhkan data yang akurat.

Untuk mendapatkan data yang akurat, dokter membutuhkan dukungan jawaban jujur pasien soal apa yang dialaminya. Namun, sebagian besar orang telah berbohong kepada dokter mereka.

Menurut survei NetQuote terhadap 2.058 orang, hanya sekira 28 persen kelompok umur 18 - 24 tahun dan 29 persen kelompok umur 25 - 34 tahun berkata jujur kepada dokter mereka. Begitu pula 31 persen kelompok usia 45 - 54 tahun, 37 persen kelompok usia 45 -54 tahun, dan 32 persen kelompok usia di atas 65 tahun mengatakan hal yang serupa.

Menilik dari survei itu, wanita memiliki perasaan lebih takut dibanding pria, saat menerima reaksi atau tanggapan dokter yang menyudutkan. Bahkan 19 persen wanita dan 14 persen pria kurang jujur untuk alasan ini. Wanita mengatakan, kebenaran soal makan dan kebiasaan olahraga mereka.

Meskipun studi ini tidak menyelidiki detail, adapun cerita dokter yang kerap memandang sebelah mata soal berat badan mereka dan kehidupan seksual mereka. Dasar seperti inilah yang bisa dimengerti mengapa para pasien takut dihakimi oleh para dokter.

Selain itu, kebanyak orang selalu berkata jujur soal kebiasaan minum, merokok, dan ketergantungan obat mereka. Meski berbohong sangat berisiko saat dokter menuliskan resep obat, para pasien ini lebih melindungi diri mereka.

Idealnya, setiap orang harus merasa nyaman menceritakan rahasia kesehatannya kepada dokter. Anda berhak untuk menanyakan pertanyaan yang memalukan sekalipun. Demikian dikutip dari laman Glamour, Jumat (2/12/2016).

(hel)

Baca Juga

<i>Sstt</i>...Terungkap Panjang Mr P Ideal yang Diidamkan Wanita

Sstt...Terungkap Panjang Mr P Ideal yang Diidamkan Wanita