Ini Menu yang Disantap Christopher Columbus dalam Petualangannya Menemukan Benua Amerika

Ini Menu yang Disantap Christopher Columbus dalam Petualangannya Menemukan Benua Amerika

Kacang polong, menu yang disantap Christopher Columbus (Foto:Foodbeast)

PERNAHKAH Anda membayangkan perjuangan Christopher Columbus dan kru kapalnya saat mengarungi lautan hingga akhirnya menemukan Benua Amerika?

Para pelaut itu ternyata jarang sekali mengonsumsi makanan segar selama pelayaran berlangsung. Mereka hanya mengonsumsi beberapa jenis makanan kering untuk menjaga kondisi tubuh dari hari-hari yang melelahkan.

Dilansir dari Food Beast, Rabu (11/1/2017), berikut beberapa contoh makanan pokok yang dikonsumsi para pelaut selama perjalanan berlangsung.

 

Kacang merah, kacang polong, dan nasi

Seluruh bahan makanan ini biasanya akan dikeringkan sebelum dikonsumsi. Ketiganya merupakan jenis makanan paling bergizi yang sering dimakan oleh para pelaut. Kacang merah, kacang polong, dan nasi juga dipercaya mengandung vitamin, serat, mineral, dan protein yang dapat memberikan mereka sumber tenaga.

Wine dan minuman beralkohol lainnya

 

Mengingat sulitnya mendapatkan air mineral segar di tengah lautan, untuk menghilangkan dehidrasi para pelaut biasanya akan meminum wine, dan berbagai minuman alkohol lainnya. Minuman fermentasi memang sangat cocok untuk menyeimbangkan diet asin yang sering diterapkan oleh para pelaut.

 

Daging yang telah digarami dan dilumuri tepung

Garam merupakan bahan makanan yang ampuh untuk mengawetkan makanan utama seperti ikan cod, daging sapi, dan daging babi selama pelayaran berlangsung. Tak heran jika sebagian besar pelaut kerap mengonsumsi potongan-potongan daging tersebut dengan taburan garam diseluruh permukaan. Jika stok daging mulai berkurang, mereka biasanya akan menyantap lemak daging yang telah dicampur tepung terigu dan garam. Yummy!

Roti kering berbentuk biskuit

 

Sebagai pengganti roti, para pelaut biasanya membuat roti kering berbentuk biskuit dengan tekstur yang sangat keras. Bagaimana tidak? Kudapan ini diolah hanya menggunakan dengan air dan tepung saja. Tak jarang biskuit tersebut dihinggapi oleh sejumlah serangga dan kutu, namun para pelaut tetap menyantapnya. Mungkin mereka menganggap bahwa serangga memiliki kandungan protein yang tinggi.

(ren)
Berita Rekomendasi Christopher Columbus

Baca Juga

TOOP FOOD: Tips & Trik Masak Semur Jengkol Lezat Tanpa Bau

TOOP FOOD: Tips & Trik Masak Semur Jengkol Lezat Tanpa Bau