Kekerasan Seksual Anak Kembali Terjadi, Moms, Yuk Lebih Peka!

Kekerasan Seksual Anak Kembali Terjadi, Moms, Yuk Lebih Peka!

Ilustrasi kekerasan seksual (Foto: Okezone)

BARU-BARU ini kekerasan seksual terhadap anak terjadi lagi di Pasuruan, Jawa Timur. Seorang anak berusia 9 tahun berinisial P disobek vaginanya dan klitorisnya dijadikan tumbal untuk praktik ilmu hitam.

Menurut penuturan Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait pelaku adalah pria yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggal korban yang sedang menuntut ilmu hitam di sebuah desa di Pasuruan.

Menyikapi kejadian tersebut Arist mengimbau masyarakat untuk berperan serta menjaga pratik-praktik aneh yang terterjadi di sekitar lingkungan agar tidak berimbas pada kekerasan seksual terhadap anak.

“Dalam hal apa pun masyarakat harus peduli dan peka terhadap situasi yang terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal. Sebab, dampaknya macam-macam, salah satunya ya ini kekerasan seksual terhadap anak,” ujar Arist saat dihubungi Okezone, Selasa 10 Januari 2017.

Ia menuturkan, kepedulian masyarakat dalam menjaga aktivitas di lingkungan membantu mencegah kekerasan seksual terhadap anak. “Jadi, kalau ada hal-hal aneh itu segera diperiksa dan diluruskan. Sehingga tidak menjadikan orang yang tidak ada sangkut-pautnya sebagai korban, apalagi ini anak-anak,” sambungnya.

Menurut Arist, masyarakat harus berani menegur, memeriksa, dan memperbaiki keanehan di lingkungan mereka. Bila terjadi penyimpangan perilaku segera diedukasi dan diperbaiki, kepala desa harus aktif bersama masyarakat memantau lingkungannya.

Hingga saat ini, kondisi korban masih dalam penanganan medis, yaitu menjalani sejumlah operasi di bagian bibir dan vagina. Karena sebelum dirobek vaginanya, bibir korban digunting oleh korban yang merupakan pria berusia 38 tahun. Secara psikologis bocah tersebut perlu rehabilitasi serius.

(vin)

Baca Juga

Calon Pengantin Wanita Dibikin Gila Gara-Gara Dilamar dengan Cincin Murahan

Calon Pengantin Wanita Dibikin Gila Gara-Gara Dilamar dengan Cincin Murahan