Rahasia di Balik Tujuh Keajaiban Dunia

Rahasia di Balik Tujuh Keajaiban Dunia

Machu Pichu (Foto: Lonelyplanet)

PERNAKAH Anda penasaran kualitas seperti apa yang ditetapkan sebuah situs untuk dijadikan list Tujuh Keajaiban Dunia? Kualitas tak hanya dinilai dari keindahannya saja, tetapi juga nilai sejarah.

Tujuh keajaiban dunia yang modern memilih situs bersejarah yang sudah ada sejak 2000 tahun lamanya. Situs tersebut merupakan situs kuno tetapi masih kokoh, dan juga terjaga hingga zaman modern.

Sekarang Tujuh Keajaiban Dunia sudah memasuki kategori modern yang memiliki list seperti Petra, Great Wall of China, The Colosseum, Taj Mahal, Christ The Redeemer, Machu Pichu, dan Chichén Itzá. Kriteria dasar yang diusung memiliki nilai sejarah yang berbeda-beda.

Hampir semua situs keajaiban yang dipilih memiliki sejarah manusia terutama Colosseum dan Great Wall China sebagai refleksi zaman imperial Romania dan China dari sudut padang arsitektur. Lokasi tersebut seharusnya sudah ada sejak sejarah manusia dimulai.

Brikut dua kriteria sebuah situs ditetapkan sebagai tujuh keajaiban dunia.

Kualitas struktur

Kriteria ini berarti tempat tersebut harus melewati banyak tahun dan masih berdiri hingga sekarang. Selain itu, lokasi juga tidak hancur karena manusia atau pun bencana alam.

Nilai seni dan budaya-semua nominasi harus mencerminkan sejarah, tradisi dan kostum dari kebangsaan di mana tempat ini berdiri. Gedung harus melewati proses teknik arsitektur dan desain yang bagus.

Popular, ikonik, dan mudah diingat

Popularitas selalu datang di beragam nominasi yang di mana menjadi atraksi turis dan dikenal seluruh dunia. Tempat juga harus dilengkapi dengan berita atau situs sosial yang bisa membantu dikenal secara universal.

(fid)

Baca Juga

Raja Salman Lengkapi Wajah Dunia yang Pernah Hiasi Istana Bogor

Raja Salman Lengkapi Wajah Dunia yang Pernah Hiasi Istana Bogor