Aturan Permenkes Terkait Jenis Narkotika Baru Tembakau Gorilla

Aturan Permenkes Terkait Jenis Narkotika Baru Tembakau Gorilla

Tembakau gorilla masuk dalam Permenkes sebagai jenis narkotika baru (Foto:Sindoweekly)

PEMERINTAH menetapkan peraturan baru atau undang-undang yang mengatur golongan narkotika. Hal ini terkait maraknya penggunaan tembakau gorilla yang juga dianggap sebagai zat kimia yang memiliki efek buruk bagi kesehatan

Belakangan ini tembakau gorilla menjadi perbincangan hangat menyusul peristiwa pilot maskapai Citilink yang sempat menghebohkan publik karena diketahui mabuk akibat menghisap tembakau gorilla. Berkaitan dengan kasus itu, pemerintah menetapkan peraturan baru atau undang-undang yang mengatur golongan narkotika.

Kabag Peraturan Perundangan-undangan Biro Hukum Kementerian Kesehatan RI Sundoyo SH MKM menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dan telah diundangkan pada 9 Januari 2017.

"Terkait masalah narkotika diatur dalam no 35 tahun 2009, jenis narkotika ditetapkan di undang-undang itu. Sekarang ada perubahan, karena ada golongan baru. Permenkes no 2 untuk golongan narkotika, kalau nomor tahun 2017 berkaitan dengan psikotropika," kata Sundoyo saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/1/2017).

Karena dijelaskan dalam Permenkes baru, ganja sintetis merupakan zat kimia yang memiliki efek buruk bagi kesehatan. Termasuk halnya tembakau gorilla.

Para penggunanya bakal mengalami perasaan halusinasi hingga kematian, karena ganja sintetis mengandung sifat toksik bagi tubuh. Bagi kesehatan, orang yang menghisap ganja sintetis atau tembakau gorilla dapat mengalami kerusakan ginjal, kejang, psikosis akut, efek kardiotoksik, hingga terjadi koma.

(ndr)
Berita Rekomendasi Tembakau gorilla

Baca Juga

RAMADAN FIT: 4 Tips Mengobati Sariawan di Bulan Puasa

RAMADAN FIT: 4 Tips Mengobati Sariawan di Bulan Puasa