Konsumsi Keju di Amerika Melonjak Tapi Konsumsi Susu Turun Drastis

Konsumsi Keju di Amerika Melonjak Tapi Konsumsi Susu Turun Drastis

Konsumsi keju meningkat (Foto: Tammybruce)

PERMINTAAN untuk produk diary atau olahan susu meningkat tajam di Amerika namun justru menurun pada produk susunya. Masyarakat Amerika ternyata banyak makan keju namun tidak banyak mengonsumsi susu.

Dikabarkan FoxNews, Sabtu (14/1/2017) secara rata-rata masyarakat Amerika menyantap 35 pon keju per tahun, jumlah yang hampir dua kali lipat dibandingkan konsumsi pada 1980-an. Tapi untuk konsumsi produk susu, mengalami penurunan yang cukup drastis terutama pada enam tahun belakangan. Dan dari data yang dirilis Departemen Pertanian, fenomena ini akan terus berlanjut sampai 2017.

Menurut Bloomberg, konsumsi susu menurun karena orang lebih memilih berbagai jenis minuman lain seperti jus atau bahkan soda. Sementara untuk produk keju, tidak ada bahan pilihan lain yang bisa digunakan untuk mengganti peran keju.

"Jenis minuman banyak yang bisa dijadikan alternatif pilihan tapi untuk keju tidak. Orang tidak bisa mengganti keju dengan bahan lain pada suguhan pizza," kata Matt Mattke, direktur pemasaran Dairy Market 360, sebuah perusahaan produk dairy.

Penurunan konsumsi susu ini menimbulkan kekhawatiran peternak sapi perah karena mereka takut produk susu yang berlimpah tidak laku dijual di pasaran.

Sebenarnya keju bukanlah satu-satunya produk olahan diary karena ada mentega dan bahan lainnya. Penggunaan mentega juga cukup tinggi, sebut saja tahun lalu Amerika menghabiskan 870 ribu ton mentega di 2016 kemarin.

Keju populer ditambahkan sebagai topping pizza tapi belakangan hampir setiap makanan diolah dengan tambahan keju. Apalagi berbagai makanan dengan keju meleleh sukses membuat orang berbondong mencicipinya.

 

(ndr)
Berita Rekomendasi Konsumsi keju meningkat

Baca Juga

RESEP PILIHAN: Santai <i>Weekend</i> Sambil <i>Ngemil</i> Kriuk Tahu Walik Isi Ayam

RESEP PILIHAN: Santai Weekend Sambil Ngemil Kriuk Tahu Walik Isi Ayam