Fenty Vianarika, Anak Muda yang Peduli Pendidikan hingga Ujung Timur Indonesia

Fenty Vianarika, Anak Muda yang Peduli Pendidikan hingga Ujung Timur Indonesia

Fenty Vianarika (Foto: Instagram)

NAMA Fenty Vianarika memang belum banyak dikenal masyarakat. Tapi jika ke ujung Timur Indonesia, nama anak muda ini sudah dikenal. Ya, dia adalah salah satu sosok anak muda yang peduli pendidikan anak-anak yang tinggal di pelosok-pelosok Tanah Air bahkan hingga ke Papua.

Fenty Yunia Vianarika merupakan anak pertama dari dua bersaudara lahir di kota Magelang dan tumbuh besar di kota pelajar, Yogyakarta. Gadis berdarah Tiong Hoa-Jawa ini memulai kuliah tahun 2010 di Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Sanata Dharma dan menyelesaikan studi tahun 2014.

Ia juga pernah menjadi tutor bahasa Inggris untuk mahasiswa Papua semester 4 yang mengambil jurusan pendidikan guru sekolah dasar dan mahasiswa semester 7 jurusan pendidikan fisika di almamater kampusnya.

Berawal dari mengajar mahasiswa Papua, Fenty melangkah menjadi Pengajar Muda di SDN 005 Teluk Buton, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau tahun 2016. Baginya, barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.

Menurutnya, setiap orang memiliki cerita hidup yang mengandung nilai-nilai positif dan setiap orang juga memiliki kelebihan yang bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Maka itu, ia sangat ingin menginspirasi anak-anak didiknya.

Ia juga menunjukkan pengabdiannya dengan mengajar anak-anak di pelosok bergabung dengan ‘’Indonesia Mengajar’’. Bahkan, ia dikirim oleh EF English First mengajar di pulau Natuna, Riau. Ia mendedikasikan ilmunya di bidang bahasa Inggris yang akhirnya terpilih untuk mewakili EF untuk menjadi rekan pengajar di Teluk Buton, Pulau Natuna.

Kegiatan pengajaran ini dimulai saat Fenty berangkat bersama dengan 10 Pengajar Muda Angkatan XI ke Kabupaten Natuna pada 20 Desember 2015 dan sampai di tanggal 21 Desember 2015. Dengan penyesuaian yang cukup lama sekitar 2 minggu untuk penguasaan bahasa melayu dan berbaur dengan penduduk sekitar, Fenty menemukan permasalahan slip of mother tongue untuk mempelajari bahasa Inggris dari segi pengucapan dan pelafalan untuk usia sekolah dasar.

Siswa SDN 005 Teluk Buton tidak bisa mengucapkan huruf “f”, “v”, dan “p”. Tulisan maupun ucapan semuanya terbalik jika memakai konsonan tersebut. Dengan metode drilling dan fun learning yang diterapkan oleh Fenty, anak-anak daerah Natuna pun senang belajar bahasa Inggris dan menguasai dengan cepat.

Sementara itu, Juli Simatupang, Director of Corporate Affair EF English First Indonesia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia pada umumnya dan pendidikan dan kemampuan Bahasa Inggris, pada khususnya. Tidak hanya di kota besar, namun sampai ke pelosok negeri.

“Melalui Indonesia Mengajar, impian kami untuk berkontribusi membangun pendidikan negeri hingga ke pelosok dapat tercapai karena pendidikan yang layak adalah hak setiap individu,” pungkasnya.

(vin)

Baca Juga

4 Perempuan Termulia di Dunia Sepanjang Sejarah, Siapa Saja Mereka?

4 Perempuan Termulia di Dunia Sepanjang Sejarah, Siapa Saja Mereka?