Nglanggeran, Terpilih sebagai Salah Satu Desa Wisata Terbaik di ASEAN

Nglanggeran, Terpilih sebagai Salah Satu Desa Wisata Terbaik di ASEAN

Desa Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta (foto: Markus Yuwono/Sindoradio)

DESA wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta terpilih menjadi salah satu desa wisata terbaik di Asia Tenggara dan akan menerima penghargaan di ASEAN CBT (community based tourism ) Award.

Tahun 2017 merupakan 1st ASEAN CBT Award yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan tourism forum 2017. "Iya tadi sudah diberitahu Sugeng (Pengelola Desa Wisata Nglanggeran) hari ini mendapatkan penghargaan di Singapura,"kata Bupati Gunungkidul Badingah.

Diakuinya Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu pengelolaan desa wisata yang menjadi contoh bagi pengelolaan desa wisata yang lainnya. Sebab, pengelolaan berbasis masyarakat bisa meningkatkan perekonomian warga setempat.

"Partisipasi masyarakat luar biasa, pemuda sampai ibu rumah tangga terlibat,"bebernya.

Badingah mengatakan, saat ini ada sekira 100 home stay yang dikelola warga, selain itu juga mulai dilakukan produksi coklat, hingga pembudidayaan kambing etawa. Sistem pengelolaan ini, sesuai dengan konsep geopark.

Sebab, Nglanggeran merupakan salah geosite dari 13 geosite yang ada di Gunungkidul dalam global geopark Network Gunungsewu. "Sesuai dengan konsep Geopark, pengelolan warisan bumi untuk kesejahteraan masyarakat. Memang disana dikelola dengan baik," sambungnya.

Terpisah, Pengelola Desa Wisata Nglanggeran Sugeng Handoko mengatakan sebenarnya Kementerian Pariwisata mengirimkan 3 desa yang terseleksi dari apresiasi usaha masyarakat bidang pariwisata 2016.

Adapun tiga desa yakni, Desa wisata Dieng Kulon, Banjarnegara Jateng dengan pengelola Alif Faozi, Desa wisata Nglanggeran Gunungkidul Sugeng Handoko dan Desa wisata Panglipuran Bangli Bali dengan pengelola I Nengah Moneng. Acara penghargaannya akan dilakukan hari ini, Jumat (20/1/2017).

"Bali dan Dieng sama diberikan penghargaan, ini saya bersama mereka juga," kata Sugeng.

Sugeng mengatakan penilaian sesuai dengan CBT standart. Adapun di antara kepemilikan dan pengelolaan oleh masyarakat; memiliki kontribusi terhadap kesejahteraan sosial; menjaga dan meningkatkan lingkungan.

Selain itu Mendorong partispasi interaktif antara masyarakat dan wisatawan. Hingga Kualitas makanan dan minuman, akomodasi dan kinerja friendly tour operator. "Ketiga desa yang terpilih memiliki kekhasan masing-masing," pungkasnya.

(fid)

Baca Juga

Sandiga Uno Berencana Kembangkan Wisata Religi di Ibu Kota

Sandiga Uno Berencana Kembangkan Wisata Religi di Ibu Kota