Gelar Pesta Cap Go Meh, Komunitas Tionghoa Siapkan 12 Ribu Mangkok Lontong

Gelar Pesta Cap Go Meh, Komunitas Tionghoa Siapkan 12 Ribu Mangkok Lontong

Lontong cap go meh (Foto:Google)

MASJID Agung Jawa Tengah di Semarang akan menggelar pesta akbar Cap Go Meh pada 19 Ferbruari mendatang. Panitia penyelenggara mengklaim siap menyajikan 12 ribu lontong Cap Go Meh bagi pengunjung yang ingin hadir dalam jamuan besar tersebut di Semarang.

"Perayaan Cap Go Meh ini belum pernah terjadi di Semarang. Ini baru pertama kali dan dengan kegiatan ini kami ingin mendapat reward dari MURI dengan memecahkan rekor makan lontong bersama. Target kita Cap Go Meh bisa diikuti 12 ribu peserta," kata Dewi Susilo Budiharjo mewakili pihak Penyelenggara Cap Go Meh, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/2/2017).

Perayaan Cap Go Meh ini diinisiasi oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah. Komunitas Tionghoa ini memilih menggelar pesta Cap Go Meh di Masjid Agung Jawa Tengah karena ingin menyampaikan pesan tentang ke-bhineka-an.

Menurut Dewi Budiharjo, pesta Cap Go Meh tersebut tidak tertutup hanya untuk Komunitas Tionghoa. "Siapapun boleh bergabung ikut perayaan Cap Go Meh. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum dan gratis. Kita tidak memandang agamanya apa, muslim, nasrani, atau budha, boleh ikut bersama kami," tegas perempuan yang menjadi Ketua PSMTI Jateng tersebut.

Untuk kembali memperteguh semangat kemajemukan, pesta Cap Go Meh tersebut akan diwarnai dengan orasi kebudayaan yang diisi tokoh lintas agama. Untuk mewakili kaum muslim, penyelenggara mendaulat tokoh kharismatik dari Nahdlatul Ulama, Kyai Haji Musthofa Bisri atau lebih akrab disapa Gus Mus dan Habib Luthfi Yahya. Sedangkan mewakili umat kristiani, penyelenggara mendaulat Pastor Paroki Kristus Raja Ungaran, Romo Aloysius Budi Purnomo. "Mereka akan tampil dalam diskusi untuk menunjukkan kekayaan dan keberagaman Indonesia. Akan ada pemuka agama budha dan lain-lain yang akan hadir di sana," ujar Dewi Budiharjo.

Dewi Budiharjo menyatakan pesta ini rencananya akan diadakan setiap tahun di Semarang. Tujuannya, selain mengkampanyekan kemajemukan bangsa juga sebagai sarana pariwisata di Semarang. "Dan, saya ingin pesta Cap Go Meh ini tetap diselenggaran di masjid-masjid. Tahun ini di Masjid Agung Jawa Tengah, tahun depan harus di masjid lain lagi. Ini yang menjadi pembeda pesta Cap Go Meh di tempat-tempat lain," tegasnya.

(ndr)

Baca Juga

Siap-Siap Berangkat Mudik, 4 Bekal Makanan Ini Tidak Boleh Ketinggalan

Siap-Siap Berangkat Mudik, 4 Bekal Makanan Ini Tidak Boleh Ketinggalan