Kuburan di Atas Tebing Jadi Pemandangan Menarik di Sagada Filipina

Kuburan di Atas Tebing Jadi Pemandangan Menarik di Sagada Filipina

Kuburan di Atas Tebing, Sagada, Filipina (foto: Max Cortesi/Atlas Obscura User)

TORAJA di Sulawesi Selatan dikenal dengan tradisi menguburkan jenazah di atas tebing. Tradisi unik seperti itu juga dilakukan oleh masyarakat di Sagada, Filipina. Tebing batu dengan peti-peti mati yang digantung dan disusun secara bertingkat menjadi pemandangan khas di sana.

Dikutip dari Atlas Obscura, Rabu (15/2/2017), orang tua mengukir peti mati mereka sendiri dari kayu cekung. Jika mereka sudah terlalu lemah atau sakit, keluarga mereka akan mempersiapkan peti mati mereka sebagai gantinya.

Orang mati akan ditempatkan di dalam peti mati, sebelum dibawa ke sebuah gua untuk dimakamkan. Bukannya ditempatkan ke dalam tanah, peti mati digantung, baik di dalam gua-gua atau di permukaan tebing. Peti mati akan disusun di dekat peti mati gantung nenek moyang mereka.

Orang-orang Sagada telah terbiasa dengan tradisi penguburan seperti ini selama lebih dari 2000 tahun. Beberapa peti mati telah berusia berabad-abad lamanya dan akan rusak, serta jatuh dari posisi mereka dengan sendirinya.

Banyak lokasi dari peti mati yang sulit dijangkau, tapi masih bisa dihormati dari jauh. Ketika Anda menemukan peti gantung, jangan menyentuh atau berjalan di bawahnya. Anda disarankan menyaksikannya dari jauh dan membawa teropong atau kamera tele untuk melihat peti mati ini.

Untuk ke sana, Anda bisa berangkat dari Manila dengan bus atau mobil pribadi menuju utara ke Mountain Province. Jarak tempuh normal adalah sekitar 6 jam saat musim kemarau, sementara selama musim hujan, perjalanan ke Sagada bisa menjadi dua kali lipat.

(fid)

Baca Juga

Plesir ke Bandung, Jangan Lupa Mampir ke Galeri Seni yang Eksotis Ini

Plesir ke Bandung, Jangan Lupa Mampir ke Galeri Seni yang Eksotis Ini