TOP TRAVEL: Tips Persiapan Mendaki Gunung Kinabalu, Puncak Tertinggi Borneo

TOP TRAVEL: Tips Persiapan Mendaki Gunung Kinabalu, Puncak Tertinggi Borneo

Gunung Kinabalu (Foto: Gemalahanafiah/Blog)

KINABALU adalah salah satu gunung tertinggi di Pulau Kalimantan. Meski masuk wilayah Malaysia, banyak pendaki Indonesia yang mencoba menaklukkan puncak dengan ketinggian 4095 mdpl ini, salah satunya travel blogger dan surfer, Gemala Hanafiah.

Melalui blog pribadinya, gemalahanafiah.wordpress.com, wanita blasteran ini membagi tips dari perjalanannya beberapa waktu lalu ke Gunung Kinabalu. Meski pendakian ke gunung di utara Borneo ini terbilang mewah dan lebih memanjakan daripada gunung-gunung di Indonesia, namun persiapan ektstra seperti berikut perlu dilakukan.

Jangan diet

Gemala menyarankan para pendaki wanita tidak perlu diet sebelum dan saat mendaki. Pasalnya, energi lebih sangat dibutuhkan untuk bahan bakar. Selain itu, melewatkan sajian makanan dari restoran di atas gunung semuanya enak, kata Gemala.

"Laban Rata makanannya enak, mulai dari lauk pauk lengkap, spaghetti, buah-buahan, sup hangat menggoda hingga teh dan kopi yang bebas diisi ulang. Oya, bisa isi ulang air minum juga di keran yang terdapat di Laban Rata ini, sama seperti di tiap pos," pesannya.

Tidur cukup

Usahakan tidur sesore mungkin, apalagi dengan disediakannya fasilitas mewah di penginapan di atas gunung (dengan dua selimut tebal untuk masing-masing pendaki).

"Nggak ada alasan untuk merasa sengsara dan nggak bisa tidur. Kecuali kalau kamu mengalami Altitude Mountain Sickness seperti yang gw alami malam itu," lanjutnya sambil menyebutkan gejalanya, seperti tidak bisa tidur, badan kepanasan, pusing dan bahkan sampai muntah.

"Kalau sudah begini, jangan ragu lagi untuk memberitahu leader kamu atau guide yang bertanggung jawab pada pendakianmu. Mereka bisa memberikan obat yang tepat untuk meringankan gejalanya," pesan wanita cantik ini.

Lindungi ujung tubuh

Meski banyak gerak akan mengalahkan dinginnya suhu di puncak, bagian tubuh yang rentan kedinginan perlu senantiasa dihangatkan. "Yang paling penting untuk dijaga justru ujung-ujung tubuh yang terbuka seperti : hidung, telinga, dan jemari. Lindungilah bagian-bagian tersebut," pesannya

Persiapkan wind breaker

"Meskipun rasa dingin kadang hilang dan kita malah keringatan karena terus menerus bergerak saat muncak, jangan anggap remeh angin dingin yang menerpa dashyat. Rasa dinginnya bisa mematahkan mental. Toh, wind breaker yang kita pakai dapat dibuka saat matahari telah bersinar, menghangatkan suasana dan jiwa," pungkasnya.

(ren)

Baca Juga

Jalanan Mematikan di Dunia Resmi Dibuka Kembali <i>Lho</i>

Jalanan Mematikan di Dunia Resmi Dibuka Kembali Lho