Keren, Benteng Van Der Wijck Kebumen Hadirkan Latar Instagenic

Keren, Benteng Van Der Wijck Kebumen Hadirkan Latar Instagenic

Benteng Van Der Wijck (foto: Aulia Rahmani/kebumenkab.go.id)

DULU saat Belanda masih menjajah Indonesia benteng dimanfaatkan sebagai tempat penjara dan juga tempat pertahanan dari bangsa lainnya. Nah, di zaman milenial ini, banyak benteng dijadikan tempat foto instagenic, salah satunya Benteng Van Der Wijck, Kebumen.

Benteng ini berlokasi di Gombong dengan jarak 35 km dari kabupaten Kebumen, di Jalan Sapta Marga. Untuk mencapainya sangat mudah dijangkau oleh angkutan kota dan kendaraan umum.

Benteng ini sekarang tengah hits di kalangan anak muda Kebumen, sebab bangunan sejarah yang didominasi dengan warna merah itu sangat instagramable untuk diabadikan. Terutama untuk membuat foto pre wedding.

Suasana kolonial masih terasa dari dinding yang terbuat dari batu bata merah, dan pilar-pilar tinggi di sana. Terlebih, pintu setengah bundar ala Belanda masih bisa dilihat dari sana. Tak heran jika benteng ini jadi wisata unggulan Kebumen.

Jika kilas balik, Benteng Van Der Wijck didirikan tahun 1818 dibawah pimpinan Jendral Van den Bosh dengan luas 3606.625 meter pesergi dan memiliki tinggi benteng sekitar 9.67 meter yang , digunakan sebagai benteng pertahanan sekaligus kantor VOC.

Benteng awalnya dibuat untuk dijadikan sebagai tempat menyerang Kesultanan Yogyakarta. Sehingga setelah berdiri, tahun 1825-1830, benteng menjadi saksi bisu saat perang Diponegoro. Banyak pahlawan yang gugur saat itu.

Sejak itu, di tahun 1856 Benteng Van Der Wijck yang saat itu punya nama Fort Cochius, kemudian menjadi Sekolah Taruna Militer khusus anak Eropa di Indonesia. Lalu, berubah benteng berubah nama menjadi Van Der Wicjk sebagai bentuk penghormatan Belanda kepadanya atas jasa kemiliteran.

Jika melihat Gaya arsitektur Benteng Van Der Wijck ini menghadirkan 4 pintu masuk, dan 16 kamar besar yang memiliki jumlah jendela sekitar 72, 63 pintu penghubung dan pintu keluar serta 8 tangga untuk menuju lantai 2 di benteng ini. Sementara itu, di lantai 2 Benteng Van Der Wijck ini memiliki 70 pintu penghubung, 84 jendela dan 16 kamar besar.

Jika Anda tertarik untuk berwisata, Anda cukup membayar Rp 8 ribu untuk masuk ke dalam. Anda sudah puas untuk keliling area Benteng. Nah, Benteng ini juga bisa dijadikan tempat menginap lho, dengan kisaran harga Rp160 ribu - Rp200 ribu. Jadi rasain deh tinggal di benteng itu seperti apa.

(fid)

Baca Juga

Kalimat yang Perlu Diketahui saat Liburan ke Dubai, Salah Satunya Mujarab Untuk Menawar Harga

Kalimat yang Perlu Diketahui saat Liburan ke Dubai, Salah Satunya Mujarab Untuk Menawar Harga