Cerita Seru Mengulik Rumah Suku Sasak di Desa Sade, Lombok

Cerita Seru Mengulik Rumah Suku Sasak di Desa Sade, Lombok

Rumah Suku Sasak di Desa Sade, Lombok (foto: Tentry Yudvi/Okezone)

INDONESIA punya banyak suku yang masih menjalankan kehidupan tradisional, seperti yang dihadirkan dari Desa Sade di Lombok Tengah. Siapa yang tak kenal dengan kawasan budaya ini?

Desa Sade merupakan sebuah desa yang masih menjadi pemukiman orang Suku Sasak. Suku yang pertama kali menduduki pulau Lombok ratusan tahun lamanya. Hingga kini mereka hidup tenteram dan damai.

"Orang Sasak yang tinggal di sini sudah generasi ke 15, dan kami menikah tetap satu keluarga," jelas Ardi sebagai pemandu wisata Desa Sade kepada Okezone, dalam rangkaian acara Fam Trip Agen Tour Korea, Kamis (16/2/2017).

Jika Anda ke sini, sekejap mata akan dimanjakan dengan pemandangan cantik dari rumah-rumah di Desa Sade. Atap indah bercampur dengan bambu menjadi ciri khas rumah.

Di setiap rumah, atap terbuat dari alang-alang kering yang sudah dikumpulkan di hutan. Kemudian ditumpuk-tumpuk di atas kerangka bambu agar kokoh.

"Mencari alang-alang cukup sulit karena harus menunggu musim kemarau dulu, baru banyak ilalang yang ditemukan," lontarnya.

Sementara untuk lantai, mereka tidak menggunakan ubin keramik. Melainkan menggunakan tanah liat. Sebab, zaman dulu belum ada semen, dan alat modern seperti saat ini. Mereka membersihkan lantai dengan kotoran sapi atau kerbau lho.

"Setiap dua bulan sekali kami membersihkan rumah dengan kotoran sapi dan padi, untuk membuat lantai menjadi licin," jelasnya.

Nah, di desa Sade ini ada tiga jenis rumah yang digunakan untuk pemukiman orang sasak. Pertama ada rumah Bale Tani. Ukuran rumah Bale Tani ini hanya, 4,5 x 5,5 meter dan diisi dari satu keluarga, ayah, ibu, dan juga anak-anak. Dalam rumah ada dua lantai kecil, lantai di atas digunakan hanya untuk perempuan, sedangkan di bawah untuk laki-laki.

"Rumah di sini disebut Bale dan sudah ada dari tradisi leluhur kami," tegasnya.

Kemudian rumah kedua adalah Bale Bonter yang luasnya lebih panjang ke belakang. Jenis rumah ini punya empat kamar tidur, dan satu ruangan tamu. Ardi menuturkan jika rumah ini biasa digunakan oleh banyak keluarga.

Lalu ada jenis rumah ketiga terdiri dari rumah bilik berukuran sangat kecil dinamakan Bale Kodong untuk pasangan yang baru menikah. Menurut Ardi, mereka akan tinggal di sana sampai mampu mendirikan rumah sendiri.

"Pembuatan rumah juga tidak lama hanya membutuhkan waktu satu bulan saja, jika mereka punya biaya besar juga ada yang mendirikan rumah di luar Desa Sade," tuturnya.

Sekarang banyak rumah dijadikan sebagai etalase pengrajin kain tenun, dan juga gelang khas Lombok. Wisatawan bisa sekaligus beli oleh-oleh lho di sini.

(fid)

Baca Juga

5 Fakta tentang Penyu yang Bikin Tercengang

5 Fakta tentang Penyu yang Bikin Tercengang