Ada Kasus Pembataian Pejuang di Balik Pesona Romantis Benteng Martello

Ada Kasus Pembataian Pejuang di Balik Pesona Romantis Benteng Martello

Benteng Martello, Pulau Kelor, Jakarta (foto: Instagram/@tri.zs)

MASIHKAH ingat benteng romantis yang dijadikan latar pernikahan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan di Benteng Martello, Pulau Kelor? Jika masih benteng ini ternyata sudah ada sejak zaman Belanda lho.

Benteng Martello sudah dibangun sejak Belanda menjajah Batavia. Bentuk bangunan juga cukup unik dengan melingkar 360 derajat, yang seluruh bangunan terbuat dari batu bata. Namun, kekokohannya masih terasa hingga saat ini.

Meski, sudah hancur di tahun 1883 akibat tsunami Gunung Krakatau, namun hanya beberapa bagian saja yang hancur. Di sisi bangunan lainnya, masih sangat kokoh dan tampak utuh.

Ketahanan Benteng Martello ini dikarenakan batu bata yang dijadikan dasar material bangunan. Bahkan, bangunan juga anti tembakan meriam, sehingga dibuat Belanda untuk bertahan dari serangan musuh.

Kendati demikian, Pulau Kelor ini juga terkenal dengan pembantaian tokoh-tokoh pejuang dan tahanan politik yang memberontak dengan pemerintah Belanda. Mereka dikubur di Kapal Tujuh atau Sevent Provincien. Bahkan, menurut warga sekitar jika pasir digali, mungkin banyak tengkorak tersembunyi di bawah pasir putih ini.

Untuk mencapai Pulau Kelor juga tidak sulit dan mahal. Anda cukup pergi ke Muara Kamal, Jakarta Utara kemudian sewalah jas nelayan penyewaan kapal dengan harga Rp100 ribu untuk satu orang. Hanya dengan jalan 35 menit, Anda sudah sampai deh di Benteng Martello, Pulau Kelor ini.

(fid)

Baca Juga

Plesir ke Bandung, Jangan Lupa Mampir ke Galeri Seni yang Eksotis Ini

Plesir ke Bandung, Jangan Lupa Mampir ke Galeri Seni yang Eksotis Ini