Parade Budaya Putri Mandalika Hebohkan Festival Bau Nyale 2017

Parade Budaya Putri Mandalika Hebohkan Festival Bau Nyale 2017

Parade Putri Mandalika di Festival Bau Nyale 2017 (Foto: Tentry Yudvi/Okezone)

KISAH Putri Mandalika yang melegenda di kawasan Lombok Tengah menjadi ajang untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal dengan kemasan Festival Bau Nyale 2017.

Festival Bau Nyale ini merupakan ajang tahunan yang dilakukan di kawasan Pantai Mandalika. Bau Nyale berarti cacing laut yang menurut kepercayaan warga Lombok, cacing warna-warni itu merupakan jelmaan Putri Mandalika.

Nah, dalam rangkain acara Festival Bau Nyale 2017 ini, panitia acara menghadirkan sebuah Parade Budaya dari Kecamatan di Lombok Tengah. Acara dikemas meriah dengan baju adat khas Lombok.

"Dalam parade ini ada 12 kecamatan yang mengikuti parade budaya. Setiap kecamatan menghadirkan kreativitas budaya berbeda-beda," jelas Maya sebagai Panitia Acara kepada Okezone, dalam rangkaian acara Fam Trip Biro Perjalanan Korea Selatan, Kamis (16/2/2017).

Parade ini sendiri dilakukan di kabupaten Praya dan diikuti oleh sekitar 200 peserta dengan menggunakan kostum untuk parade bertemakan "Heritage of Mandalika".

"Semua kawasan Lombok itu punya nyale tapi cuma di Lombok Tengah aja kita punta Mandalika, jadi tema yang diangkat putri Mandalika," tegasnya.

Setiap kecamatan membawakan kreasi kostum berbeda-beda, namun ada satu kesamaan yang diangkat mereka, ialah Putri Mandalika. Terlihat setiap kecamatan mendandani anak gadis cantik dengan menggunakan busana keratonan bak Putri Mandalika.

Selama Putri Mandalikan berjalan selalu dikawal oleh banyak bodyguard pria serta dayang wanita. Mereka pun, menunjukan peforma terbaik dari setiap kecamatan.

Putri Mandalika yang dihadirkan punya tema berbeda. Ada yang putri Mandalika diarak hanya dengan berjalan kaki saja, tetapi juga ada yang menggunakan Praje. Praje seperti singa-singaan dari Suku Sunda yang biasa digunakan untuk acara sunatan anak.

Warna-warni acara pun semakin meriah dengan gendang beleq dan alat musik krenceng (sebuah alat dari perunggu), didentumkan dengan begitu kencang seiring Putri Mandalika berjalan.

Irama musik juga digunakan ketika para anak-anak remaja dan anak kecil berkostum tradisional sembari membawa peralatan peratan perang seperti tombak. Semua dikemas dengan rapih dan tertib selama parade berlangsung.

Ragam budaya yang dihadirkan juga tak luput dari penggunaan kain ikat, sarong dan tenun dari setiap peserta. Warna merah, pink, dan biru yang menjadi ciri khas tenun di Lombok.

Parade budaya ini juga ditonton oleh tokoh Nasional seperti Natasha Mannuela runner up Miss World 2016, dan juga Martha Tilaar. Indahnya Indonesia!

(fid)

Baca Juga

Guncangan Hebat di Pesawat? Jangan Panik, Lakukan Ini <i>Aja</i>!

Guncangan Hebat di Pesawat? Jangan Panik, Lakukan Ini Aja!