Kenali Sejarah Kepercayaan Wetu Telu di Suku Sasak Lombok

Kenali Sejarah Kepercayaan Wetu Telu di Suku Sasak Lombok

Ilustrasi Tempat Ibadah Suku Sasak di Desa Sade, Lombok (foto: Instagram/@indotracks)

BUDAYA turun menurun Suku Sasak di Desa Sade punya banyak tradisi lokal yang menarik untuk ditelusuri, khususnya peradaban agama di sana.

Memang saat ini, mayoritas Suku Sasak memeluk agama Islam, dan mereka menjalankan ibadah sesuai dengan syariah agama Islam. Namun, sebelum menjalankan ibadah Islam mereka punya budaya sendiri.

Berdasarkan garis sejarah, dulu di Lombok, memiliki budaya yang sama dengan Hindu di Bali. Agama Hindu itu kemudian dianut oleh sebagai besar Suku Sasak.

Today first stop

Sebuah kiriman dibagikan oleh mikki rai (@mikkirai) pada Peb 14, 2017 pada 11:59 PST

"Dulu sebelum ada Islam, Hindu banyak tersebar di sini terus pas sudah ada wali dan kiai banyak suku Sasak yang menganut agama Islam," jelas Ardi sebagai pemandu wisata Desa Sade kepada Okezone, Kamis (16/02/2017).

Agama Islam yang dipraktikan Suku Sasak disebut Wetu Telu. Di mana ada percampuran kultur dari Animisme, Dinanisme, Hindu dan Islam sebagai agama pendahulu. Uniknya, orang yang boleh beribadah hanya pemangku adat atau pemuka agama di sana.

"Tapi sekarang kita semua sudah menjalankam agama Islam yang sesuai ajaran, seperti salat lima waktu," tegasnya.

Masyarakat Suku Sasak Kuno yang dulu menjalankan ibadah Wetu Telu saat itu juga masih menggunakan pelafalan bahasa Jawa dalam beribadah. Dikarenakan, penyebaran agama Islam di Lombok berasal dari wali dan sunan yang ada di Jawa. Begitulah keunikan budaya yang sekarang menjadi sejarah di Suku Sasak.

Kiyai #poeople #moslem #wetutelu #religion #indonesiajuara #culture #unik #sasak

Sebuah kiriman dibagikan oleh M. Rizal Purnawan (@_mrizalp) pada Agu 2, 2015 pada 1:02 PDT

(fid)

Baca Juga

Shiprock, Sisi Misterius nan Menawan di Meksiko

Shiprock, Sisi Misterius nan Menawan di Meksiko