Panduan Mencegah Meningitis Babi agar Tak Timbul Kematian

Panduan Mencegah Meningitis Babi agar Tak Timbul Kematian

Ilustrasi (Foto: Rogersperry)

KARENA terlambat mendapatkan pertolongan pertama, pasien meningitis babi bisa koma hingga meregang nyawa. Lalu, bagaimana langkah pencegahannya agar penyakit ini tak menjadi infeksi lebih lanjut?

Spesialis Saraf dr Lilir Amalini, SpS, mengungkapkan, tingkat kematian akibat penyakit meningitis babi bisa tinggi. Terjadinya sekira tujuh persen hingga 30 persen. (Baca: Terduga 3 Warga Tabanan Terjangkit Meningitis Babi)

"Tapi kasus kematian meningitis babi bisa dicegah. Caranya yaitu pasien harus mengobati luka lecet dengan segera," terang dr Lilir saat dihubungi Okezone, Selasa (14/3/2017).

Dia menambahkan, setiap pasien yang terjangkit infeksi berbahaya itu harus mendapatkan pertolongan pertama dengan segera. Karenanya, cepatnya progesivitas penyakit bisa menyebabkan pasien koma dalam waktu beberapa hari. (Baca: Pemkab Tabanan Imbau Warga dengan Gejala Meningitis Babi Segera ke Puskesmas)

"Setelah ada riwayat kontak atau makan daging babi, lalu pasien terasa demam dan nyeri-nyeri patut curiga terjangkit meningitis," katanya.

Adapun hal yang perlu Anda ingat agar terhindar dari penyakit meningitis babi yakni sebagai berikut.

1. Penderita harus langsung dibawa ke dokter untuk pemeriksaan fisik, neurologis dan laboratorium bila mengalami demam dan nyeri usia bersentuhan atau makan daging babi.

2. Bila dokter menyatakan hasilnya positif terinfeksi bakteri Meningitis Streptococcus Suis (MSS) harus segera diterapi dengan antibiotik yang sesuai

3. Sebelum terpapar, saat membersihkan daging, bisa memakai sarung tangan dan sepatu boot. Lalu cuci tangan dengan teknik yang benar.

4. Pilih daging segar yang masih berwarna merah, tidak pucat, tidak timbul lalat, tak ada kecacatan pada hewan, dan lain sebagainya.

5. Baru masaklah daging sampai benar-benar matang.

(hel)

Baca Juga

<i>Waduh</i>, Sampah yang Sulit Diurai Timbulkan Gas Metana Berbahaya

Waduh, Sampah yang Sulit Diurai Timbulkan Gas Metana Berbahaya