Demam dan Nyeri saat Menunduk, Waspada Meningitis Babi!

Demam dan Nyeri saat Menunduk, Waspada Meningitis Babi!

Ilustrasi (Foto: Boldsky)

MENGETAHUI gejala meningitis, termasuk meningitis babi, mungkin sulit diidentifikasi secara kasat mata. Adapun yang mengatakan bahwa gejala meningitis babi menyerupai demam berdarah. Padahal, ada gejala khusus yang bisa Anda ketahui.

Meningitis babi disebabkan oleh meningitis streptococcus suis (MSS). Dr dr Wawan Mulyawan, SpBs, spesialis bedah saraf konsultan, menyebutkan bahwa bakteri ini ditularkan dari babi yang memiliki bakteri ini kepada manusia.

Ia menjelaskan, babi yang mengalami infeksi hebat, akan menyerang ke seluruh organ tubuhnya. Kemudian ditularkan kepada manusia baik melalui konsumsi daging babi tidak matang, maupun kontak saat mengolah daging mentah. Inilah yang berpotensi pengembangan meningitis atau radang selaput otak pada manusia.

"Gejala umumnya tidak hanya meningitis babi, meningitis karena kuman lain gejalanya relatif sama. Seperti demam tinggi, kaku kuduk, dan penurunan kesadaran. Si pasien mungkin enggak sampai pingsan, tetapi hanya mengantuk. Bisa juga hingga koma dan akhirnya meninggal," jelas dr Wawan saat dihubungi Okezone, Selasa 14 Maret 2017.

Apa yang dimaksud kaku kuduk? Dr Wawan mengatakan, kaku kuduk terjadi ketika pasien sulit menekuk lehernya ke bawah atau menunduk. Ada rasa nyeri pada area leher ketika ia berusaha menundukkan kepalanya. Hal ini disebabkan infeksi selaput otak memengaruhi sumsum tulang belakang.

"Kaku kuduk ini bisa terjadi, karena selaput otak tidak hanya menyelimuti otak saja, tetapi menyelimuti ke arah sumsum tulang belakang. Mening (selaput otak) itu ada di sumsum tulang belakang bagian leher. Tanda infeksi salah satunya nyeri, kalau ditekuk, akibatnya bisa nyeri," terang dr Wawan.

Bilamana pasien menunjukkan dua gejala utama seperti demam dan kaku kuduk, tetapi pasien belum kehilangan kesadaran, dr Wawan mengatakan kondisi ini wajib dicurigai sebagai meningitis.

"Ditambah lagi ada penurunan kesadaran, sudah pasti deh (meningitis babi). Kalau ketiganya sudah ketemu, demam tinggi, kaku kuduk, dan penurunan kesadaran, sudah bisa dikatakan 99 persen meningitis," pungkasnya.

(hel)

Baca Juga

Jangan Terlalu Sering Minum Cokelat Hangat, Ini Alasannya!

Jangan Terlalu Sering Minum Cokelat Hangat, Ini Alasannya!