Obesitas pada Wanita di Indonesia Terus Meningkat, Kenapa?

Obesitas pada Wanita di Indonesia Terus Meningkat, Kenapa?

Ilustrasi (Foto: Medicaldaily)

TAHUKAH Anda bahwa angka obesitas tidak selalu merajalela di masyarakat dengan status ekonomi tinggi. Ternyata sebuah studi memaparkan, obesitas di pada wanita dengan status sosial ekonomi rendah banyak mengalami obesitas.

Studi yang dilakukan Helda Khusun dari SEAMEO-REFCON menyebutkan bahwa obesitas lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria. Menilik data Riskesdas 2013, obesitas pada wanita cenderung tinggi berkisar 33 persen dibandingkan pria yang hampor 20 persen.

Dalam penelitiannya, Helda melihat dari tingkat kesejahteraan, presentase wanita obesitas dari status ekonomi rendah terhitung 44,3 persen, sementara pria hanya 14,3 persen.

"Tingkat aktivitas fisik perempuan memang sangat sedentary. Tetapi ada paparan yang menarik mengenai Fetal Origins of Health and Disease. Masalah kesehatan pada orang dewasa ditentukan pada masa anak-anak, bahkan semasa dalam kandungan," jelas Helda dalam pemaparan studi di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 15 Maret 2017.

Helda melanjutkan, obesitas ini tidak berasosiasi dengan satu faktor tertentu, tetapi ada banyak faktor. Selain faktor umur, jenis kelamin, tetapi juga lifestyle, konsumsi pangan, dan faktor lingkungan juga berpengaruh.

Mengenai Fetal Origins of Health and Disease, ia menjelaskan asupan gizi ibu dalam kandungan memengaruhi pemrograman metabolisme janin.

"Jadi pada saat seaeorang berada di dalam kandungan, ada pemrograman metabolisme yang ada di janin. Jika janin mendapatkan asupan makanan kurang atau ibu gizi kurang. Ia akan mengalami adaptasi dari metabolisme tersebut," jelasnya.

Gizi kurang akan berdampak pada anak yang terlahir dengan berat badan rendah. Kendati demikian, anak lebih tinggi mengalami penyakit tidak menular dan bahkan penyakit obesitas di masa yang akan mendatang.Namun, tidak menutup peluang, kecenderungan ini juga dipengaruhi rendahnya aktivitas fisik pada wanita.

Helda melakukan penelitian di lima kota besar di Indonesia, di antaranya Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Makassar. Terdapat 864 orang dewasa terlibat dalam penelitian ini berusia 18-45 tahun.

(hel)

Baca Juga

TRAGIS! Pasien Leukemia Meninggal Usai Makan Tiram yang Terkontaminasi

TRAGIS! Pasien Leukemia Meninggal Usai Makan Tiram yang Terkontaminasi