Target 2 Juta Wisman di 2019, Wisata Borobudur Perlu Dukungan Kuat Wilayah Sekitarnya

Target 2 Juta Wisman di 2019, Wisata Borobudur Perlu Dukungan Kuat Wilayah Sekitarnya

Candi Borobudur (foto: Okezone)

BOROBUDUR adalah salah satu objek wisata sejarah dan religi Indonesia yang sudah lama dikenal dunia. Namun jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) masih terbilang kecil, sehingga pemerintah pusat mendorong agar wilayah di sekitarnya mendukung pembangunan wisata, sehingga menarik 2 juta wisman di 2019.

Seperti diketahui, Borobudur yang berada di Provinsi Jawa Tengah telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan "Bali Baru" atau destinasi prioritas oleh pemerintah pusat. Salah satu tujuan dari penetapan tersebut adalah menarik sebanyak-banyaknya kunjungan wisatawan.

"Data tahun 2014, ada 3 juta wisatawan nusantara (wisnus) dan 300 ribu wisman yang datang ke Borobudur. Sementara target 2019 adalah 5 juta untuk wisnus dan 2 juta untuk wisman. Jelas target ini sangatlah besar," kata salah satu Tim Percepatan Kawasan Borobudur, Hari Untoro Dradjat, yang juga merupakan Staf Ahli Menteri Bidang Multikultura Kementerian Pariwisata RI.

Saat ditemui di Jakarta, Senin (20/3/2017), ia mengatakan bahwa pemerintah akan mengembangkan zona di sekitarnya untuk meramaikan pariwisata sehingga menarik wisatawan berkunjung ke Borobudur, sebagai salah satu situs wisata sejarah dan spiritual.

"Contohnya, di Magelang ada kawasan pecinan yang mau dikembangkan sebagai Borobudur Street Market. Jadi nanti akan ada kerumunan yang dikembangkan menjadi pusat pertokoan dan pusat budaya. Kemudian mendorong banyak daya tarik yang memuat tradisi dan nilai lokal, seperti merekonstruksi kisah sejarah dalam bentuk tari dan karya seni rutin seperti di Bali," tuturnya.

Strategi mengembangkan kawasan di sekitarnya akan membuat Borobudur diminati lebih dari sekedar artefaknya saja. Namun, menurut Hari ini masih perlu didukung oleh berbagai pihak secara terintegrasi.

"Management juga faktor penting, pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat harus saling terintegrasi. Kota Batu, Malang, contohnya. Dulu hanya dikenal sebagai kota agrowisata, yang dikenal apelnya, tapi kini ada produk-produk lain yang mengintegrasi, seperti keripik buah. Borobudur sendiri perlu integrasi lebih luas, selain atraksi ada amenitas atau tempat menginap dan 'kerumunan', juga infrastruktur yang sudah banyak mulai dibangun di sekitar 'Joglosemar'," tuturnya lagi.

Dengan tercapainya upaya pengembangan kawasan Borobudur dengan target 2 juta wisman di 2019, diharapkan PRDB naik dari 24 triliun di 2014 menjadi 100 triliun. Dengan catatan satu orang wisman berkontribusi 1.200 USD. "Ini akan memberi kontribusi yang besar sekali," tutup Heri.

(fid)

Baca Juga

SHARE LOC: Pantai Angsana Kalimantan Selatan Jadi Buruan Wisatawan di Libur Lebaran

SHARE LOC: Pantai Angsana Kalimantan Selatan Jadi Buruan Wisatawan di Libur Lebaran