Fenomena Alam Equinox Akan Pengaruhi Situs Bangunan Kuno di Dunia

Fenomena Alam Equinox Akan Pengaruhi Situs Bangunan Kuno di Dunia

Ilustrasi Piramida, Mesir (foto: Shutterstock/Albin Hillert)

FENOMENA Equinox yang terjadi dua kali setahun, setiap 20 Maret dan 22 September, merupakan awal bagi pergantian musim yang banyak mempengaruhi peradaban di dunia. Termasuk peradaban kuno yang kini tersisa dalam bentuk warisan bangunan peradaban di berbagai belahan dunia.

Seperti dikekahui, equinox akan membuat waktu siang dan malam sama panjangnya. Yang menarik lagi, beberapa daerah akan mengalami momen di mana matahari yang jatuh tepat di titik nol derajat di siang hari tidak akan menciptakan bayangan apa pun.

Sambil menikmati fenomena tersebut, Anda bisa datang ke beberapa situs bangunan kuno dan menemukan keajaiban yang akan terjadi selama equinox berlangsung, seperti di tempat-tempat berikut ini.

Machu Picchu

Bayangan dari bongkahan granit dari bangunan bernama Intihuatana dari Machu Picchu akan menghilang di siang hari. Suku Inka kuno merayakan equinox yang dianggap spesial di situs ini.

Yukatan

Baik selama equinox Maret dan September, matahari melemparkan bayangan seperti ular bergelombang menuruni tangga di sisi utara Piramida Kukulcan. Bayangan muncul untuk menghubungkan kepala ular di dasar monumen. Efek ini dimanfaatkan arsitek Suku Maya untuk membuat bangunannya.

Situs Piramida Mesir

Saat mengunjungi piramid Mesir di momen equinox, di mana beberapa monumen hebat dibangun untuk menghormati matahari dan bintang, bangunan seperti Sphinx dipercaya akan menunjuk langsung bintang Alpha Draconis di tengah malam ini.

Selama tahun 3000 sebelum Masehi, Alpha Draconis ditetapkan sebagai Bintang Utara pada masanya (sekarang Polaris). Fenomena ini sudah tidak lagi dirayakan.

(fid)
TAG : fenomena

Baca Juga

<i>Wow</i>! China Akan Bangun <i>Forest City</i> Seluas 342 Hektar dengan Teknologi Panel Surya

Wow! China Akan Bangun Forest City Seluas 342 Hektar dengan Teknologi Panel Surya