Mengagetkan Orang Picu Serangan Jantung, Begini Penjelasan Medisnya

Mengagetkan Orang Picu Serangan Jantung, Begini Penjelasan Medisnya

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEJAK dulu banyak orang percaya bahwa kaget menyebabkan kematian akibat serangan jantung. Namun, bagaimana fenomena ini dilihat dari sisi medis? Benarkah seseorang bisa meninggal karena kaget? Simak ulasannya di bawah ini, ya.

Yang terjadi pada tubuh ketika Anda kaget

Ketika terkejut, tubuh Anda secara otomatis akan mengaktifkan mode untuk melindungi diri. Mode ini dikenal dengan istilah fight or flight yang artinya melawan atau melarikan diri. Otak pun akan membaca situasi ini seolah ada ancaman berbahaya. Sistem saraf otak kemudian memerintahkan bagian-bagian tubuh tertentu untuk menyiapkan diri melawan atau melarikan diri dari ancaman tersebut. Antara lain dengan meningkatkan detak jantung, meningkatkan aliran darah ke otot, memperlambat pencernaan, dan melebarkan pupil mata.

Bagaimana bisa, kaget menyebabkan kematian?

Untuk mengaktifkan mode fight or flight saat kaget, otak akan memproduksi berbagai zat kimia seperti hormon adrenalin dan senyawa neurotransmiter. Reaksi kimia dari zat-zat tersebut sangat beracun bagi tubuh. Maka, jika langsung dilepaskan dalam jumlah banyak sekaligus, zat beracun ini akan merusak organ dalam seperti jantung, paru-paru, hati, dan ginjal. 

Kerusakan jantung yang terjadi akibat rasa terkejut

Hormon adrenalin akan mengalir dari sistem saraf otak menuju sel-sel otot jantung. Hal ini menyebabkan kontraksi hebat pada otot jantung. Kalau adrenalin yang masuk ke jantung terlalu banyak, otot jantung akan terus berkontraksi hebat dan tak bisa melemas kembali. Akhirnya, jantung akan berdetak dengan kecepatan yang tidak wajar.

Tubuh manusia tidak akan mampu menerima pacuan jantung dahsyat seperti ini. Aliran darah ke seluruh tubuh pun jadi terhenti secara mendadak karena kegagalan fungsi jantung. Inilah mengapa kaget menyebabkan kematian.  

Siapa saja yang rentan mengalami kematian karena kaget?

Orang muda dan orang yang sehat juga bisa mengalami kematian mendadak karena terkejut. Ya, fenomena ini tak hanya menyerang orang lanjut usia dan orang yang punya riwayat penyakit atau serangan jantung saja. Maka sebaiknya Anda tidak sembarangan mengagetkan orang. 

Untuk menurunkan risiko kematian karena terkejut, Anda bisa mencoba meditasi, yoga, atau teknik-teknik relaksasi lainnya. Relaksasi bisa membantu sistem saraf Anda supaya tidak bereaksi secara berlebihan kalau kaget.

(ran)

Baca Juga

6 Kesalahan yang Dilakukan Wanita saat Hamil, Tidak Pakai Sabuk Pengaman saat di Mobil Salah Satunya!

6 Kesalahan yang Dilakukan Wanita saat Hamil, Tidak Pakai Sabuk Pengaman saat di Mobil Salah Satunya!