Karena Hal ini Orangtua Bisa Buat Anak Trauma ke Dokter Gigi

Karena Hal ini Orangtua Bisa Buat Anak Trauma ke Dokter Gigi

Jangan ajak anak ke dokter gigi saat sakit ggi (Foto: Smilepoint)

GIGI dan mulut merupakan bagian tubuh yang perlu dijaga kesehatannya, sama dengan bagian tubuh lainnya. Tentunya, anak perlu dibiasakan sejak dini mengenai pemeliharaan kesehatan gigi, termasuk mengajaknya ke dokter gigi.

Berdasarkan Riskesdas 2013 hanya 2,3 persen masyarakat Indonesia yang menyikat gigi dengan waktu yang disarankan. Sementara data dari IPKESGIMI, sekira 65,9 persen anak baru diajak ke dokter gigi.

"Orangtua yang mengajak anaknya ke dokter gigi dalam keadaan (giginya) lagi sakit, sehingga ada rasa trauma," jelas drg Ratu Mirah Afifah, GCClinDent. MDSc, dalam rangka Hari Kesehatan Gigi Dunia 2017, di SDN Rawa Buntu 03, Serpong Tangerang Selatan, Senin (20/3/2017).

Sangat disayangkan, rasa sakit saat hendak pergi dan mendapatkan perawatan dari dokter gigi ini justru memberikan trauma bagi anak. Sehingga persepsinya saat ingin ke dokter gigi menjadi sangat menakutkan.

Lalu apa sih yang menyebabkan anak dan orang dewasa sakit gigi? Salah satu faktor adalah konsumsi makanan manis. Berdasarkan Riskesdas 2013, sekira 53,1 persen penduduk Indonesia mengonsumsi makanan dan minuman manis, lebih dari sekali dalam sehari.

"Ketika frekuensi makanan manis ini berulang, itu akan sangat berbahaya pada kondisi kesehatan gigi. Karena derajat keasaman gigi dalam rongga mulut sering sekali turun sehingga sangat rentan terjadinya karies," jelasnya.

Apabila ini terjadi pada anak-anak, maka akan terjadi kondisi childhood caries. Hal ini berdampak pada berat badan anak yang rendah. Saat gigi berlubang, penyerapan nutrisi pada anak cenderung tidak optimal.

Berkenaan dengan World Oral Health Day 2017, para dokter gigi menyarankan untuk sikat gigi teratur dua kali dalam sehari, memeriksakan gigi setidaknya enam bulan sekali, menghindari stres, dan faktor risiko, seperti asupan yang manis.

(hel)

Baca Juga

Minum Suplemen Bukan Satu-satunya Cara Tingkatkan Kesehatan

Minum Suplemen Bukan Satu-satunya Cara Tingkatkan Kesehatan