4 Kampung di Sleman dengan Pantangan Unik bagi Warganya

4 Kampung di Sleman dengan Pantangan Unik bagi Warganya

Dusun Beteng, Sleman, Yogyakarta (foto: Ivan Aditya/Krjogja)

KEHIDUPAN pedesaan masih terasa kental di wilayah Sleman. Demikian pula dengan kepercayaan yang berlaku secara turun-temurun.

Di kabupaten paling utara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini ada beberapa dusun atau kampung yang masih memegang teguh kepercayaan leluhur. Kepercayaan itu berupa pantangan untuk tak melakukan suatu hal yang dianggap terlarang oleh masyarakat sekitar.

Uniknya, pantangan tersebut sesuai dengan kampung mereka masing-masing. Berikut 4 kampung unik di Sleman dengan beberapa pantangan bagi warganya, seperti dikutip Krjogja, Kamis (30/3/2017).

Dusun Kasuran

(foto: Ivan Aditya/Krjogja)

Kasuran merupakan salah satu dusun yang terletak di barat daya Kabupaten Sleman. Kampung seluas sekira 17 hektar ini masuk dalam wilayah Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan.

Warga Dusun Kasuran memiliki pantangan unik, yakni tak akan pernah tidur dengan menggunakan alas kasur. Kebiasaa itu pula yang kemudian menjadikan kampung ini dinamai Dusun Kasuran.

Kebiasaan tidur tanpa kasur ini berkaitan dengan cerita perjalanan Sunan Kalijaga. Ketika itu penyebar ajaran Islam di tanah Jawa yang gemar berkelana tersebut melakukan perjalanan dan sampailah Sunan Kalijaga di sebuah tempat tak bernama kala itu.

Sunan Kalijaga kemudian bertemu dengan seorang bernama Kyai Kasur. Dia kemudian menjamu dan mempersilakan Sunan Kalijaga untuk beristirahat dan disediakanlah sebuah kasur.

Setelah melepas lelah sejenak, tibalah saatnya pangilan salat. Sunan Kalijaga bergegas mengambil air wudhu untuk menjalankan kewajiban ibadah, namun ia tak melihat seorang pun masyarakat sekitar yang menunaikannya selain Kyai Kasur.

Usai salat dan saat akan melanjutkan perjalanannya Sunan Kalijaga kemudian berpesan kepada Kyai Kasur untuk memperingatkan warganya agar tak bermalas-malasan tidur di atas kasur dan meninggalkan salat sebelum kesaktiannya melebihi dirinya.

Sejak itulah warga sekitar tak berani tidur beralaskan kasur dan jika pantangan itu dilanggar maka diyakini akan berakibat buruk.

Dusun Kregolan

(foto: Ivan Aditya/Krjogja)

Kampung Kregolan berada di wilayah Kalurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. Nama Kregolan diambil dari kata ‘Regol’ yang dalam bahasa Jawa berarti pagar. Nama Kregolan juga diambil dari nama pendiri kampung tersebut yang bernama Mbah Siregol.

Warga di kampung ini memiliki pantangan unik, yakni mendirikan rumah tanpa memiliki pagar. Balum diketahui secara pasti alasan mengapa warga enggan membangun pagar rumah mereka, namun konon hal tersebut dikarenakan mereka tak ingin kualat karena membangun regol dalam hal ini akan menyamai nama Mbah Siregol.

Selain itu warga berkeyakinan, adanya pagar membuat kebersamaan antar masyarakat menjadi berkurang. Pagar dianggap sebagai pemisah hubungan antar warga, dengan bangunan tanpa sekat pembatas maka antar sesama tetangga dapat bebas saling berkunjung.

(fid)
1 / 2

Baca Juga

5 Wahana Paling Favorit di Ancol ketika Libur Lebaran

5 Wahana Paling Favorit di Ancol ketika Libur Lebaran