MISS INDONESIA 2017: Manfaat yang Dirasakan Miss Papua Barat dan Sulawesi Tengah Semasa Karantina

MISS INDONESIA 2017: Manfaat yang Dirasakan Miss Papua Barat dan Sulawesi Tengah Semasa Karantina

Finalis Miss Indonesia 2017 (Foto: Instagram)

34 finalis Miss Indonesia 2017 masih melakukan serangkaian kegiatan karantina. Ya, terhitung sejak 10-23 April 2017, para finalis tak hanya melakukan kegiatan dan pembekalan melainkan juga fast track yang dikompetisikan.

Rupanya serangkaian kegiatan karantina yang dilakukan para finalis tersebut memberikan dampak positif bagi mereka. Bukan hanya bisa menambah teman dan ilmu baru, namun dari sisi pribadi masing-masing finalis pun mengalami perubahan.

Hal ini turut dirasakan oleh finalis perwakilan provinsi Papua Barat, Aprida Regita. “Manfaat karantina saya merasa lebih percaya diri. Sebelumnya saya pendiam, sekarang lebih aktif. Saya jadi bertemu dengan teman dan keluarga baru, sekarang pun lebih mandiri karena jauh dari orang tua,” ungkap Aprida yang ditemui di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

 

APRIDA REGITA PAPUA BARAT Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretaris Tarakanita ini ingin mengukur sejauh mana dirinya mampu melakukan hal baru yang sangat bertolak belakang dengan latar belakangnya guna mengembangkan skill dan potensi dalam dirinya. Melalui ajang Miss Indonesia, Ia ingin mewujudkan daerah pariwisata Papua Barat yang berdaya saing, serta meningkatkan kebudayaan Papua Barat secara maksimal sebagai penopang perekonomian daerah. Wanita kelahiran 8 April 1997 yang akrab disapa Regita ini sangat terinspirasi oleh sosok Ibunya dan sosok Menteri Kelautan saat ini yaitu, Ibu Susi Pudjiastuti. Ia terinspirasi oleh Ibunya karena baginya sosok Ibu adalah mentor dan guru abadi. Kemudian Ia mengidolakan sosok Ibu Susi Pudjiastuti karena menurutnya beliau merupakan Lalu ibu susi adalah figure perempuan cerdas mandiri dan mau mengabdikan diri untuk masyarakat meski kondisi ekonominya sudah mapan. “Belajarlah dari masa lalu hiduplah di masa sekarang dan berencanalah untuk hari esok” ujar Regita saat menjelaskan motto hidupnya . #FastTrackCatwalk #missindonesia2017day8

A post shared by @missindonesia on


Senada dengan Aprida, finalis perwakilan provinsi Sulawesi Tengah Adhetya Ghazitha pun juga menuturkan jika dirinya menjadi pribadi yang lebih positif dan terbuka.

ADHETYA GHAZITHA SULAWESI TENGAH Wanita kelahiran Palu, 16 April 1996 yang akrab disapa Zitha ini menyadari sebagai seorang wanita muda Ia harus terus mengembangkan diri, hal tersebut adalah wujud syukur dalam menjalani kehidupan dan segala yang ada didalamnya yang sudah diberkahi Tuhan. Sebagai wakil dari Sulawesi Tengah di Ajang Miss Indonesia 2017, mahasiswi Fakultas Komunikasi dan Bisnis ini ingin menunjukan bahwa anak daerah juga memiliki kualitas yang setara dan mampu bersaing dengan wanita Indonesia lainnya, bahkan dunia. Jika memang memiliki niat tulus dan dilakukan dengan usaha yang bersungguh-sungguh. Wanita yang pernah menjadi Paskibraka Provinsi Sulawesi Tengah 2013 juga aktif di kegiatan sosial di kampusnya. Anak sulung yang memiliki motto hidup ‘Living my life to the fullest’ ini sangat terinspirasi dan mencintai kedua orang tuanya. “Melalui mereka, saya melihat bagaimana cara memandang dan menjalani kehidupan yang sangat sederhana namun penuh syukur. Kesederhanaan yang selalu disyukuri dengan terus berdoa tersebut niscaya atas kehendak tuhan akan selalu mendatangkan kebahagian tersendiri bagi keluarga kecil kami” ujar Zitha . #FastTrackCatwalk #missindonesia2017day8

A post shared by @missindonesia on


 

“Saya menjadi pribadi yang terbuka dan positif, mau mencoba belajar, dan meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.

(dno)
TAG : masa

Baca Juga

Berpikir Positif, Kunci Utama Miliki Wajah Awet Muda

Berpikir Positif, Kunci Utama Miliki Wajah Awet Muda