SELAMAT HARI KARTINI: Inilah Pria di Samping R.A Kartini yang Memberi Jalan Terang Terwujudnya Emansipasi Wanita

SELAMAT HARI KARTINI: Inilah Pria di Samping R.A Kartini yang Memberi Jalan Terang Terwujudnya Emansipasi Wanita

Ilustrasi R.A Kartini (Foto: Wikipedia)

R.A KARTINI, dikenal sebagai sosok wanita anggun, cerdas, bercita-cita tinggi, sekaligus penyelamat kaum wanita pribumi dari belenggu diskriminasi pria pada masa kolonial. Hingga kini namanya harum dikenang sebagai pahlawan emansipasi wanita.

Membahas tentang perjuangan Kartini, tak lengkap bila tidak mengetahui siapa sosok pria yang menjadi teman hidupnya. Tentang bagaimana sang suami mendorong Kartini mewujudkan cita-citanya agar wanita mendapat hak yang sama seperti pria.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber, suami dari wanita kelahiran Jepara, 21 April 1879 ini bernama Kanjeng Raden Mas Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Ia adalah Bupati Rembang, Tuban, Jawa Timur yang sudah pernah menikah tiga kali. Kartini resmi dipersunting pada 12 November 1903 ketika berusia 24 tahun. Pernikahan pasangan ini terjadi karena Kartini dijodohkan oleh ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat.

K.R.M Ario Singgih Djojo adalah sosok berjasa dalam karier Kartini. Dialah pembuka jalan bagi sang istri dalam mewujudkan cita-citanya. Sebagai suami, Adipati sangat mengerti istrinya ingin kaum wanita pribumi memiliki hak yang sama seperti pria. Oleh sebab itu mendukung keinginan Kartini untuk memberi pendidikan bagi wanita kala itu.

Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Keputusan K.R.M Adipati Adhiningrat untuk membiarkan Kartini membuka sekolah, termasuk suatu keputusan yang besar, karena pada saat itu, seorang istri hanya memiliki kewajiban untuk menjadi ibu rumah tangga, tidak lebih dari itu. Namun K.R.M Adipati Adhiningrat tidak melarang Kartini berkarya dan tidak memaksa Kartini untuk tetap tinggal di rumah, melainkan membebaskannya bekerja dan meneruskan cita-citanya. Karena dukungan inilah, perempuan Jawa dapat menikmati pendidikan di sekolah yang didirikan oleh Kartini dan suaminya.

Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Dari pernikahan R.A Kartini dengan K.R.M Adipati Adhiningrat lahir anak pertama dan sekaligus terakhirnya, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. (Vin)

(ren)

Baca Juga

Cegah Anak Jadi Korban Bully, Psikolog: Orangtua Harus Dekat dengan Anak!

Cegah Anak Jadi Korban Bully, Psikolog: Orangtua Harus Dekat dengan Anak!