Terjawab! Kenapa Mata Belekan saat Tidur?

Terjawab! Kenapa Mata Belekan saat Tidur?

Ilustrasi. (Foto: Ist)

DISADARI atau tidak, setiap pagi ketika bangun tidur pasti terdapat kotoran di sudut mata Anda. Banyak orang yang menyebut kotoran mata sebagai belek. Belek ini berwarna kekuningan, bertekstur lengket dan berkerak. Bahkan tak jarang, belek ini membuat mata sulit terbuka ketika bangun tidur. Apa sebabnya ya mata belekan ketika bangun tidur?

Belek mata atau dalam istilah medis disebut rheum merupakan campuran dari lendir, minyak, sel-sel kulit mati, air mata, dan debu yang terakumulasi di sudut mata saat Anda tidur. Belek terbentuk dari air mata yang memegang peranan penting untuk kesehatan mata yang baik.

Saat Anda beraktivitas sehari-hari, Anda pasti berkedip. Kedipan ini berfungsi menyapu segala kotoran seperti debu agar tidak masuk ke mata dengan bantuan air mata. Air mata terdiri dari campuran air dan lendir yang diproduksi oleh konjungtiva (mucin) dan meibum, yaitu zat berminyak yang dihasilkan oleh kelenjar meibom untuk membantu menjaga mata agar tetap terlumasi saat Anda berkedip.

Lapisan air mata ini terus mengenangi permukaan mata setiap kali Anda berkedip, sehingga bisa menyaring kotoran dan sisa rheum melalui saluran pembuangan air mata sebelum lendir berubah menjadi belek. Oleh sebab itu, kita kadang mengucek-ngucek sudut mata untuk menghapus kotoran mata ini.

Nah ketika Anda tidur, Anda tidak berkedip. Hal ini menyebabkan proses pembersihan mata tidak berjalan, selain itu produksi air mata juga berkurang sehingga menyebabkan cairan mata mengalami sedikit pengeringan. Hal tersebutlah yang membuat sisa kotoran tidak terbuang dan akhirnya menumpuk di area sudut mata. Tekstur belek tergantung kondisi mata, semakin kering permukaan mata Anda maka belek yang dihasilkan akan bertekstur kering, atau berpasir. Namun jika mata Anda sedikit lembab, maka belek yang dihasilkan akan sedikit lengket atau berlendir.

Oleh sebab itu, belek mata kadang bisa basah, lengket, kering, atau berkerak tergantung seberapa banyak cairan belek yang menguap.

Namun ada juga penyebab lain Anda mengalami mata belekan. Umumnya belek adalah hal yang wajar dan tidak berbahaya karena dialami oleh hampir sebagaian orang, tetapi dalam beberapa kasus belekan yang berlebih bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Infeksi bakteri
Dalam kasus yang lebih serius, infeksi bakteri bisa menyebabkan blepharitis, yaitu peradangan di dasar bulu mata yang menghasilkan belek tebal, lendir berwarna kekuningan seperti nanah yang mengandung banyak bakteri. Umumnya, orang yang sedang pilek atau flu cenderung memiliki belek berlebih.

2. Konjungtivitis
Belekan yang berlebih sering dikaitkan dengan kondisi mata yang disebut konjungtivitis atau mata merah. Konjungtivitis bisa saja menular jika disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Namun bisa tidak menular jika disebabkan karena alergi, atau iritasi lainnya.

3. Lensa kontak yang tidak steril
Memakai lensa kontak yang kotor atau sudah kadaluwarsa juga merupakan penyebab umum dari belekan. Menggunakan lensa kontak yang terlalu lama sangat berbahaya. Pertama, lensa kontak sudah terkontaminasi dengan bakteri atau organisme virus yang berkembang biak di bahan lensa kontak. Kedua, endapan protein dan minyak yang berasal dari air mata akan terbentuk di permukaan lensa kontak. Hal ini membuat tubuh Anda mengalami peradangan di sekitar mata yang menyebabkan belekan.

(tty)
1 / 2

Baca Juga

Kebiasaan Unik yang <i>Bikin</i> Anda Cepat Lapar

Kebiasaan Unik yang Bikin Anda Cepat Lapar